Headlines News :
Home » » Cicak dalam Filosofi Orang Batak

Cicak dalam Filosofi Orang Batak

Written By abdul karim on Saturday, 5 April 2014 | 22:59


Simbol Cicak dan Adop-adop didepan
 Rumah Adat Batak

Cicak dalam filosofi orang Batak - Orang-orang batak dikenal sebagai suku yang memiliki kepribadian unik. Wajahnya tersirat kepribadian luhur. suaranya terdengar keras namun cerdas,  hingga sikapnya yang berani dan bernyali tidak luput pola pikir yang tegas dengan sentuhan kekeluargaan yang khas. Orang batak didik untuk menjadi pekerja keras , berjuang tangguh atas nama keluarga dan marga . Jika kita mengenal mereka sejenak , kita bisa terbius oleh gaya bicaranya . Memang harus diakui orang-orang batak ini pandai sekali bergaul dan menyambut tamu. Ditambah lagi jika mereka tahu kita punya aliran saudara walaupun hanya bersebrangan marga, anda akan terkejut melihat perlakuan mereka yang membuat anda meraas istimewa. 

Pusat dari asal usul batak sendiri dipercayai berasal dari Pulau Samosir dan alun-alun danau toba. Para sejarahwan banyak menyimpulkan bahwa suku batak ini terpecah menjadi beberapa bagian antara lain : batak Toba , Mandailing & Angkola , Simalungun , Karo , Nias dan Pakpak. Walau banyak kontroversi tentang pembagian etnis ini , namun secara budaya dan istiadat banyak kemiripan diantaranya. Seperti rumah Adat, Bahasa maupun sistem marga yang diterapkan kesemuanya. 

Rumah-rumah Bolon tua yang ada di Samosir


Sewaktu saya berjalan ke Samosir , saya menemukan banyak rumah-rumah unik. Rumah ini meruncing seperti tanduk kerbau, tinggi dan bagian atas lebih lebar dari bagian bawah. Didepanya terdapat ukiran-ukiran berwarna merah, hitam dan putih . umumnya mereka menyebut dengan ukiran - ukiran ini dengan nama "gorga". Kabarnya rumah-rumah ini banyak yang tersebar disekitar pulau samosir dan berusia lebih dari seratus tahun. Konsepnya tidak kalah hebat dengan hasil karya arsitek-arsitek ternama. Mereka menjuluki rumah ini dengan nama rumah bolon (besar) hampir sama dengan konsep rumah gadang (besar) mirip suku minangkabau. Rumah ini menjadi ciri khas rumah-rumah raja batak. 

Namun yang menarik perhatian besar saya adalah sebuah ornamen cicak dibagian depan rumah . Terdapat sebuah ukiran cicak yang datang dari arah kiri atau kanan , mengerumuni 4 payudara yang tersusun seperti batok kelapa.

 Ada apa dengan cicak ? 

Kenapa orang-orang batak ini harus memilih cicak sebagai simbol utama? 



Pertanyaan demi pertanyaan muncul ketika aku melihat pahatan cicak itu. Bagaimana tidak , untuk dijadikan sebagai simbolis suatu suku, cicak adalah hewan yang penuh kontroversi. Dalam kepercayaan orang-orang Jawa dikatakan bahwa cicak adalah hewan pembawa sial, jika ada seseorang yang dijatuhi cicak maka mereka mempercayai bahwa alamat akan tertimpa sial, Dalam Islam sendiri ada beberapa keterangan bahwa cicak adalah hewan yang memberi tahu nabi kepada kaum kafir quraisy saat berada di Gua Hiro.  Apa yang istimewa dari hewan ini ? 

Setelah kuselami adat dan sejarahnya , ternyata hewan ini memiliki banyak filosofi. Kekeliruanku terbenahi oleh filosofi bermanfaat dari gerak-gerik seekor cicak . Pada beberapa agama Cicak menjadi bahan perhatian khusus. Alkitab pernah mencatat satu keteladanan yang patut dicontoh dari cicak , menurut orang-orang hindu juga cicak merupakan manifestasi dari dewi Saraswati yang melindungi dan menjaga bicara dan tulisan 


Dan bagi leluhur-leluhur batak cicak tidak lepas dari pengamatan  yang jeli sebagai sumber filosofis. setiap rumah bolon selalu meletakkan ornamen cicak dan 4 payudara didepan. Ornamen ini biasanya disebut dengan "gorga barospati" sebagai simbol  kebijaksanaan dan kekayaan .Bagi orang batak ,  Cicak di pandang sebagai hewan yang unik. Hewan in mampu beradaptasi dengan lingkungannya.Coba saja  kita lihat hampir disetiap rumah terdapat cicak yang melata didinding , lantai dan sudut-sudut ruangan , orang-orang batak harus bersikap seperti cicak , dimanapun rumah dan lingkungan yang digeluti , harus mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dalam kondisi sulit sekalipun.

 Cicak juga hewan yang cerdik , dengan kemampuan dan fisiologinya ia mempu menyusuri setiap ruang tanpa harus terjatuh, dengan kecerdikannya dia mampu memangsa nyamuk yang memiliki sayap atau lepas dari cengkraman kucing dengan menanggalkan ekornya. Hal ini jugalah yang harus digugu oleh orang-orang batak. Kita bisa saksikan bagaimana orang - orang batak dituntut  secara alamiah agar mampu bergaul dengan siapapun. 

Selain itu , cicak juga dihadapkan kepada simbol 4  payudara ( adop-adop)  didepan rumahnya. Payudara ini terdiri dari 4 ornamen , yang pertama simbol kesetiaan kemudian yang kedua simbol kesucian kemudian kesejahteraan  dan yang terakhir  kesuburan. Ornamen payudara ini juga di Ibaratkan ibu yang selalu memberi Asi kepada anak-anaknya. Dan cicak digambarkan sebagaikan orang batak yang harus menghormati ibunya kapanpun dan dimanapun. Ornamen ini diletak di bagian depan rumah yang memiliki arti bahwa dimanapun orang batak hidup dan sukses harus ingat kepada kampung halaman.  Selain daripada yang disebutkan diatas payudara juga memiliki filosofi tentang kesuburan perempuan, orang batak dianjurkan untuk mencari istri yang ideal dengan payudara yang besar , kepercayaan ini diyakini bahwa istri yang seperti itu akan mempu memberikan asi yang baik untuk kesehatan anak-anaknya. 
Berfoto didepan rumah khas Batak 


Cicak juga menjadi salah satu simbol sakral dalam mitos orang batak. Para penduduk batak yang umumnya merupakan para petani , menganggap cicak adalah sumber keberuntungan. Apabila cicak dijumpai dilahan pertanian mereka, masyarakat batak meyakini bahwa mereka akan dilimpahkan rezeki dan hasil yang baik . 

Sampai saat ini cicak masih menjadi simbol filosofi kental bagi orang-orang batak. Menjadi salah satu kekayaan budaya dari mereka dan bangsa Indonesia. Kita bisa mengunjungi pulau samosir untuk melihat rumah-rumah bolon yang tersusun begitu indah . Jika kalian ingin mengunjungi pulau samosir Silahkan baca artikel saya Brosur Pariwisata Lengkap Pulau Samosir .

Demikian artikel cicak dalam Filosofi Orang Batak, semoga kita dapat menarik kesimpulan yang bermanfaat dari artikel ini 
Share this article :

8 comments:

  1. ternyata filosofi cicak sangan mendalam sekali ya. bagi orang batak..mulai dari kesuburan hingga keberuntungan, sepertinya sama dengan masyarakat di pulau lombok yg juga memiliki filosofi hidup berdasarkan cicak....keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mas,
      itulah kayanya negeri Indonesia kita ini..
      salam kembali mas ..and thanks for visit

      Delete
  2. wah baru tau ane cuy, ternyata cicak seperti itu, tapi melihat juga di kenyataannya orang batak kalau sama orang tua memang santun cuy

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah adat yang diturunkan secara temurun , dan ini bagian dari kayanya bangsa Indonesia terhadap adat dan budaya

      Delete
  3. "orang batak dianjurkan untuk mencari istri yang ideal dengan payudara yang besar , kepercayaan ini diyakini bahwa istri yang seperti itu akan mempu memberikan asi yang baik untuk kesehatan anak-anaknya".

    baru dengar saya ini bung, apa tidak diragukan pernyataan in?

    ReplyDelete
  4. Saya juga bingung tentang kebenaran dari makna lambang itu.
    Tapi menurut saya. Kesan dari lambang itu adalah cicak itu melambang kan keserakahan,parasit,dan jadi benalu. Itu udah karakter kebanyakan orang batak.buktinya di kehidupannyata.memang gak semua orang btak seperti itu. Terus makna dari 4 adop tersebut saya semakin negatif bro.. kenapa harus 4 kenapa gk 5 atau. Mungkin 3, atau 8 sekalian biar banyak. Apa cuman 4 kriteria untuk seorang ibu yang baik.kesucian, kesetiaan, kesejahtraan, dan kesuburan. Kenapa harus 4, apa perilaku baik dan jujur itu tidak perlu.apa lebih penting kesejahteraan dari pada kejujuran.saya pribadi cuman butuh 2 dari yang 4 itu. Dan itu sudah lebih dari cukup: kesetiaan dan kesuburan. Kenapa harus 4. Dari sini kita dapat menilai. Bahwa saya orang batak itu memang rakus dan serakah, dari sejarah batak pun sudah tertulis bahwa saya.orang batak itu tidak cukup dengan 2 payu dara. Terbukti dengan adanya perselingkuhan yang terjadi dan anak yang di sembunyikan karena status dari selingkuhan.dan sampai kapan pun saya secara pribadi tidak senang adanya lambang itu.terbukti dari sekian banyak rumah batak yang saya lihat dari sibisa sampai sigapiton jarang dan tidak ada sama sekali membuat lambang itu.
    Thank you. Nanti saya tambah lagi
    Saya : panti nadapdap
    Dari sigapiton

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan saya melihat hanya 20 % dari orang batak yang dapat di katakan berperilaku baik. Selebihnya pangalakkup

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template