Headlines News :
Home » » Medan History: Wajah Kota Medan di Abad 19

Medan History: Wajah Kota Medan di Abad 19

Written By abdul karim on Friday, 28 March 2014 | 23:42

Medan Tempoe Doloe

Salah seorang bijak pernah mengatakan kepadaku. Barang siapa yang tidak mau belajar dari sejarah, ia akan dimusnahkan oleh sejarah itu. Menurutku itu adalah pepatah yang bijak , mengajak kita untuk mengingat masa lalu bangsa , kota , desa atau diri sendiri. Karena saya yakin ciri orang yang waras itu mampu mengingat masa lalunya. Di Kotaku yang bernama Medan , Juga banyak memiliki sejarah yang layak konsumsi bagi masyarakat. Peninggalan-peninggalannya yang berdiri manis tersusun menjadi bangunan-bangunan tua disekitar kota Medan. Salah satunya adalah Gedung London Sumatera yang berdiri megah dijantung kota Medan. Usianya sudah lebih dari 100 tahun dan menjadi saksi bisu peradaban Kota Medan Tempoe Doloe 
Ilustrasi Medan Tempoe Doloe
Ilustrasi Medan Tempoe Doloe


Sejarah Kota Medan Pada Abad 19 - Pada abad ke 16 di Sumatera Timur terdapat  wilayah seluas 4000 ha , berupa daerah yang masih terdiri dari rawa-rawa dan hutan. Salah seorang warga karo bernama Guru Patimpus Sembiring datang kedaerah ini , membuka lahan diantara sungai deli dan Babura . Mereka menyebut daerah ini dengan kampung Medan.lLokasinya terletak di tanah deli dan banyak yang merangkaikan Medan dengan Deli yang wilayahnya berawal dari Sungai Ular hingga Sungai Wampu Langkat. Guru Patimpus memimpin kampung Medan dan menikahi anak dari Tuanku Pulo Brayan. Dari sinilah muncul cikal bakal kesultanan Deli.

 Hingga abad ke 18 Orang-orang Belanda mulai mencium potensi tanah deli yang cocok untuk ditanami tembakau tersebut. dan Mendirikan sebuah perusahaan yang disebut dengan Deli Maskapai (Deli Maatschapij) . Potensi Tanah Deli yang luas membuat banyak investor asing menanamkan perusahaannya disini  Berikut beberapa perusahaan asing yang ada dikota Medan .


nama perusahaan di tanah deli
List Perusahaan Asing di Tembakau Deli 


Awalnya tembakau ditanam oleh orang - orang melayu dan batak ini berdasarkan dari tulisan budayawan asal Inggris Jhon Anderson. Jhon Anderson seorang Inggris melakukan kunjungan ke Kampung Medan tahun 1823 dan mencatat pengalaman pribadinya dimedan  kedalam sebuah buku "Mission to the East" Coast of Sumatera"   bahwa penduduk Kampung Medan pada waktu itu masih berjumlah 200 orang tapi dia hanya melihat penduduk yang berdiam dipertemuan antara dua sungai tersebut. Anderson menyebutkan dalam bukunya “Mission to the East Coast of Sumatera“ (terbitan Edinburg 1826) bahwa sepanjang sungai Deli hingga ke dinding tembok mesjid Kampung Medan di bangun dengan batu-batu granit berbentuk bujur sangkar. Batu-batu ini diambil dari sebuah Candi Hindu Kuno di Jawa. Dari sini pula terdapat kutipan Anderson tentang Tembakau deli yang ada di Medan dan Sekitanya , berikut kutipannya :


‘Tembakau di tanam oleh orang-orang Melayu dan orang-orang Batak. Mereka menaburkan bibit-bibit di persemaian kecil dan kemudian mencabut dan menanamnya kembali sesudah duapuluh hari dalam deretan kira-kira dua kubit. Dalam tempo empat bulan, ia telah masak. Sesudah dua bulan, pucuknya dipotong yang memberikan kekuatan dan membuat daun-daunnya bertambah lebar. Apabila tanaman itu telah mempunyai tujuh helai daun, para penanam mulai memanen daun tembakau itu. Tandanya, daun itu mulai layu terkulai dan berwarna kecoklat-coklatan. Dalam sekali panen para petani memetik satu atau dua helai daun, sesuai dengan saat daun-daun itu mendekati keadaan masak. Daun-daun itu dibiarkan disinari matahari selama empat hari dan kemudian dimasukkan kedalam keranjang-keranjang kecil, tempat tembakau itu diekspor. Jika bibit perlu diawetkan, sudah tentu pucuk-pucuk tanaman itu tidak disentuh-sentuh’ (Anderson, 1826)"
tembakau deli Medan
Tembakau Deli di Medan


Ketenaran kualitas membooming Internasional setelah salah satu saudagar asal Belanda bernama Jacob Nienhuys mendarat di Belawan pada tahun 1862. Nienhuys mulai meneliti dan mencoba penanaman tembakau di sekitar tanah Deli ,Bersama kolonial Belanda  P. W. Clemen , Clemer ia mendirikan perusahaan De Deli Maatschapijj sebagai perusahaan tembakau di Medan ini.  


Jacob Nienhuys
Jacob Nienhuys


Setahun kemudian Nienhuys Memanen tembakau ini setelah uji komoditas dan kualitasnya yang hebat mampu menempus penjualan hingga pasar Internasional terutama di Amsterdam dan Bremen . Kualitas tembakau Deli terkenal akan cita rasanya yang khas memikat banyak perusahaan asing untuk bercokol ditanah Deli. Secara beruntun dibukalah kebun Martubung, Sunggal, Sungai Beras, dan Kelumpang. Medan berubah menjadi lebih baik . Sejak dibukanya Kebun Tembakau ini , infrastruktur di Kota Medan semakin membaik. Pelabuhan Belawan semakin ramai didatangi oleh investor - investor asing . Banyak kebun yang dibuka dan membuat tanah deli lebih ramai dibicarakan di Kancah Eropa. Hingga tahun 1872 Deli Mattchapij mencapai keuntungan hingga satu juta Golden.


Peta Wilayah Perkebunan Tembakau Deli Matschappij 1863
Peta Wilayah Perkebunan Tembakau Deli Matschappij 1863


Tahun 1870 Nienhuys kembali ke Belanda dan J.T Cremer menggantikan kedudukannya sebagai Manager Deli Maatchapij. Nama Deli yang sudah melambung tinggi , membuat Belanda menjadikan Medan Sebagai pusat Ibukota Sumatera Timur yang awalnya berada di Bengkalis. 


J.T Cremer
JT. Cremer


 Selama masa kepemimpinan J.T Cremer , banyak beberapa perubahan yang terjadi disekitar Kota Medan dan Tanah Deli , J.T Cremer menjadi Pioner NV. De Deli Spoorweg Matschappij, membangung rel kereta api  sekitar Tanah Deli, juga sempat membangun   NV. Air Bersih Matschappij yang kemudian berubah pasca kemerdekaan menjadi PDAM Tirtanadi Medan. Dari Mata Air Laukaban , Deli Serdang hingga Medan. Pekerjaan ini memakan banyak korban jiwa dari pekerja Jawa dan Luar Sumatera dengan membangun jalur lintas Medan - Berastagi. Kemudian Ada beberapa gebrakan semasa pemerintahan J.T Cremerdi tanah deli antara lain : Menggagas Deli Proefstation Rumah Sakit NV. De Deli Maatchappij (Sekarang RS. Tembakau Deli) , Liberalisasi Ekonomi dengan sistem Kuli Kontrak atau Out Sourcing dan terakhir sebelum J.T Cremer wafat pada tahun 1923 ia sempat mengurus Menteri Urusan Tanah Jajahan di Netherland Hindia,

Kondisi Perkebunan Tembakau Deli
Kondisi Perkebunan Tembakau Deli 


Kemajuan ini membuat Belanda dan Investor Asing memusatkan Pemerintahan di Sekitar Kawasan Esplanade ( Sekarang Lapangan Merdeka) dan Kesawan.Dan untuk tempat tinggal Orang-orang Eropa ini menjadikan Polonia sebagai tempat bermukim dengan villa-villa mewah yang ada disana. 


Peta Medan Tempoe Doloe
Peta Balai Kota Medan Tempoe Doloe

 Sampai saat ini masih banyak bangunan - bangunan tua disekitar Balai Kota Medan yang masih kokoh berdiri menghiasi kota Medan.  Dari Kesawan Square, Gedung Bank Mandiri , Bank Indonesia , Kantor Pos dan sebagainya menjadi bukti nyata bahwa Medan memiliki peradaban tinggi dahulunya. Dan salah satu gedung yang menarik untuk dibahas kali ini adalah Gedung London Sumatera yang  berada di Sudut Persimpangan Jl. Pemuda.

Juliana Building (sekarang Lonsum) 

  Gedung ini dibangun pada tahun 1906 dan memilki Lift Pertama di Sumatera yang masih digunakan saat ini . Awalnya Lonsum Merupakan gedung perusahaan Karet Miliki Inggris H&C ( Britania Harrisons & Crossfield) yang kemudian digunakan oleh Belanda dengan nama Juliana Building . Pasca kemerdekaan gedung ini digunakan oleh Perusahaan Perkebunan asal london yaitu PT.  London Sumatera . Dan menjadi kantor pusat wilayah Sumatera Utara.  

Itulah Artikel Sejarah Kota Medan yang telah kita bahas

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template