Headlines News :
Home » » Kisah Kampung kling (madras) dan Kuil Shri Mariamman Medan

Kisah Kampung kling (madras) dan Kuil Shri Mariamman Medan

Written By abdul karim on Sunday, 2 March 2014 | 04:11


Kampung Madras Medan
Suasana Kampung King (Madras) Medan

Kuil Shri Mariaman Medan dan Kisah Kampung Madras -   Abad Ketiga Masehi  , Etnis India Membawa  Agama hindu melalui Pesisir timur dan barat Sumatera Utara.  Kerajaan Cola dari Tamilakam India menguasai transportasi perdagangan  di Barus , Tapanuli Utara. Mereka menyebarkan agama Hindu di Sumatera Utara. Kedatangan Etnis India ke Pulau Sumatera Juga di Dominasi dari Kerajaan Cola . Mereka memperkenalkan aksara Pallawa dan Sanksekerta.

Abad  ke V , Gelombang dari India selatan (Pallawa)  datang membawa agama Budha ke Sumatera sambil memperkenalkan aksara Nagari yang menjadi cikal bakal aksara Batak dan Melayu Kuno. Perkawinan mereka terhadap suku-suku lokal itulah yang menjadi salah satu pengaruh pada beberapa budaya batak, Salah satu contohnya marga yang mengandung bahasa Sansekerta seperti Brahmana pada Karo, atau Anggara pada Toba.  Memasuki Abad ke-9 Masehi Kerajaan Cola menaklukan Pallava dan banyak orang-orang pallava masuk ke Agama Hindu Saat itu . Hingga Abad ke 13 orang - orang Muslim dari Gujarat, Tamil dan Bengal masuk melalui kerajaan Pasai dan menyebarkan Agama Islam yang bermazhab Syafi'i. 

Kisah awal masuk Orang-orang hindu India di Sumatera Utara tidak berakhir disitu, menjelang akhir abad 18 para pedagang tembakau Belanda dari Jawa , Kuypers dan Van Nienhuys , melobi sultan Deli Mahmud Perkasa Alam untuk mendapat hak konsensi tanah di Kampung Medan untuk di tanami tembakau yang kemudian dibentuk perusahaan Deli Maatschappij yang selanjutnya menguasai hampir seluruh tanah perkebunan tembakau di Kerajaaan Deli . Kebutuhan akan pekerja yang lebih banyak membuat Deli Maatchappij mendatangkan berbagai kuli dari tanah Jawa,Malaya , China dan tamil , India. 

Pada sesi Etnis India, Statistik di Srilangka mencatat pada tahun 1887 sekitar FL.350 juta sudah dibayarkan sebagai gaji kepada kuli dari India Selatan. Mereka senang bekerja di Sumatera Timur yang pantainya panas sesuai dengan cuaca di dataran Tanjore, Madura, Tinenelly. Kalau di Srilangka kuli Tamil harus menyesuaikan diri dengan udara pergunungan untuk menanam kopi tetapi di Sumatera Timur mereka cocok dengan tanaman coklat, padi, kelapa dan tembakau.

Umumnya para kuli dari India berasal  India Selatan, yang saat itu bahaya kelaparan menjadi probelm utama disana. maka banyaklah migrasi kuli ke Sumatera Timur melalui Madras (sekarang menjadi chennai) dan Nagapatam.

Melalui pemerintah Inggris di India, Deli Maatschappij berusaha untuk menarik para kuli dari India ke Sumatera Timur,  orang-orang India yang menjadi kuli ini mereka sebut dengan orang kling  yang berarti dari kerajaan kalingga,Tamil India.  Hingga tahun 1886 Sudah ada 2000 Kuli  Tamil yang bermukim di Deli Maatschappij. Dan sejak 1875 Pemerintah Belanda hanya menggunakan ribuan kuli  Kontrak dari Jawa dan berhenti mencari kuli asing. 

Orang India yang datang ke Sumatera Timur kemudian datang secara bebas. Datanglah pedagang dan “Chetty” (moneylenders = meminjamkan uang secara riba). Dan Ada lagi suku yang disebut “Orang Bombay” yang membuka toko pakaian dan toko sport

Kuli India yang umumnya beragama hindu hidup mengelompok pada beberapa daerah Medan Polonia dan Medan petisah, Dan Masyarakat Menamakan daerah ini sebagai Kampung Kling  atau Kampung Madras untuk mencerminkn tanah asal penduduk keturunan india yang bermukim disana.  

Tahun 1950, Kampun kling masih di huni oleh komunitas keturunan India, namun untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka telah menyebar keberbagai daerah disekitar Medan. Dan saat ini Jumlah komunitas India Semakin berkurang , bahkan sudah banyak mendominasi warga Keturunan Tiong Hoa disana, begitulah kisah kampung kling atau Madras yang kita Kenal di Kota Medan.



Gerbang Kuil Shri Mariaman Medan
Pintu Masuk Kuil Shri Mariaman Medan


Kuil Shri Mariaman Medan adalah sebuah rumah ibadah yang  menjadi saksi bisu sejarah peradaban religius umat Hindu keturunan India di Medan. Terletak di Jl. Teuku Dik Ciro No. 18  , Medan tak jauh dari Kantor Gubenur Sumatera Utara . Sisi Kanan Kuil menghadap ke Jalan Zainul Arifin Medan. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, populasi orang hindu India disini semakin bertambah sejak abad 18 masa kerajaan Sultan Deli , maka saat itu kebutuhan tempat Ibadah Umat Hindu semakin tinggi, 

Untuk memenuhi kebutuhan beribadah di bagunlah kuil  Shrimariaman pada tahun 1884 yang berletak di Kampung Keling ( Madras) . Kuil yang diberi nama Shri Mariamman karena Shri Mariaman digambarkan sebagai Ibu atau Dewi pelindung. Kuil Shri Mariaman dibagun pada tahun 1884 oleh masyarakat Tamil yang tinggal di Medan dan di kepalai oleh Rangga Sami Naiher yang juga sebagai donatur untuk pembangunan Kuil ini.


Kuil Sri Mariamman
Kuil Yang telah berusia 130 Tahun


 Kuil ini dikelilingi tembok, dengan kitinggian 2,5 meter. Kawasan yang  awalnya di sebut dengan Kampung Keling, namun kemudian berganti nama menjadi Kampung Madras. Dan ini merupakan kuil hindu tertua di kota Medan.  Dan resmi menjadi bangunan yang bersifat heritage  dan harus dijaga . Karena memiliki nilai sejarah dan tourism Kuil Shri Mariaman juga dijadikan sebagai destinasi wisata religi yang bisa dikunjungi oleh wisatawan , walaupun menganut agama non hindu. PSMK ( Perhimpunan Shri Mariaman Kuil ) juga menentukan jam masuk setiap harinya untuk 2 sesi. Pertama Pagi , pukul 06.00-12.00 WIB , kemudian Sore pada pukul 16.00 WIB 

Dari kejauhan kita sudah dapat melihat , patung-patung dewa yang terukir bersama ornamen-ornamen Indah . Sebelum masuk Gerbang terpampang tulisan berbahasa Tamil yang terukir indah. Masuk kepinta masuk , 

Pintu Masuk Kuil Shri Mariaman
Arca Tuwarasakti di depan Pintu Kuil


di pintu masuk kuil  terdapat sebuah  Arca Tuwarasakti beserta  Relif ptung Dewa Siwa yang merupakan  salah satu dari tiga dewa utama (Trimurti) dalam agama Hindu. Kedua dewa lainnya adalah Brahma dan Wisnu.  dan terpampang di atas amabang pintu masuk. Tuwarasakti digambarkan sebagai seorang wanita, karena merupakan penjaga dewi Shri Mariaman yang seorang wanita juga. Mempunyai wajah yang sangat cantik, bertangan  empat yang membawa trisula, gada dan pasa serta sikap tangan memeberi peringatan.Didalam kuil ini terdapat ornamen dan pewanaan yang menarik juga banyak terdapat patung-patung yang menghiasi kuil dan menambah keindahan kuil Shri Mariamman



Dibagian depan dinding sebelah kanan terdapat patung yang mengambarkan pekawinan Sri Laxmi. Ptung yang di tengah adalah patung pendeta yang menikahkan, digambarkan memekai sorban, berkumis tebal yang menjadi ciri khas dari orang tamil 

Patung Pernikahan Shri Parvathi Shri Mariaman Medan
Patung Pernikahan Shri Parvathi


Dibagian depan dinding sebelah kiri terdapat patung pernikahan Shri Parvathi. petung Parvathi digambarkan bertangan dua dengan sikap tangan salah satunya, yang sebelah kiri menampung air.


Ruang Pemujaan Kuil Shri Mariaman
Ruang Pemujaan Kuil yang berisi Sang Hyang Widhi
Dibagian dalam terdapat tiga buah ruangan kecil  yang memfokuskan pemujaan. Didalam ruanagan tersebut terdapat patung-patung yang masing-masing adalah Shri Maha wisnu, Shiva dan Brahmana. dari ketiga dewa(trimurti) yang menjadi  tiga kekuatan Brahman (Sang Hyang Widhi) (sebutan Tuhan dalam agama Hindu) dalam menciptakan, memelihara, melebur alam beserta isinya., Dalam ajaran agama Hindu, Dewa Siwa adalah dewa pelebur, bertugas melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak layak berada di dunia fana lagi sehingga harus dikembalikan kepada asalnya). Sementara Wisnu adalah dewa pemelihara dan Brahma adalah pencipta. 


Bagian Belakang Kuil Shri Mariaman Medan
Berdiri di Bagian Belakang Kuil Shri Mariaman Medan


Dibagian belakang kuil juga terdapt arca yaitu Patung Shri Krishnan, Patung Shri Raja Rajesvapi dan Patung Tahillai Nadarjar.





Untuk masuk ke Kuil ini juga , para wisatawan harus mentaati aturan yang berlaku.Biasanya kita disuruh melepas sandal dan disuruh mencuci kaki ditempat yang telah disediakan disudut kanan kuil. Juga ada aturan tentang dilarang memotret ketiga patung trimurti yang ada didalam ruangan tersebut. Etnis hindu India Medan sedikit berbeda dalam hal kebudayaan dan tradisi namun sama-sama memiliki konsep agama yang tidak paradoks. Saat ini kuil Shri Mariaman tidak hanya berada di Medan, namun sudah menyebar kebeberapa titik di sekitar kota Medan seperti Binjai, Sei Bekala dan Pantai Cermin.

Kampung Kling dan Kuil Shri Mariaman
Kuil Shri Mariamman dengan Background Sun Plaza Medan


Ini adalah bagian dari warisan Sumatera yang bernilai dan harus kita Jaga.  Kuil Shri Mariaman Medan  memiliki nilai religius yang tinggi bagi ummat Hindu , dan memiliki nilai sejarah yang unik bagi Sumatera Utara Let's keep our Heritage.


Share this article :

2 comments:

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template