Headlines News :
Home » » Wisata Bukit Gundaling dan Kisah Uniknya

Wisata Bukit Gundaling dan Kisah Uniknya

Written By abdul karim on Tuesday, 18 March 2014 | 19:37


Bukit Gundaling
Bukit Gundaling

Bukit gundaling dan Kisah  Uniknya -
Ini adalah bukit yang menyatukan pemandangan antara sibayak dan  Sinabung. Berada 1575 Di atas permukaan laut dan berjarak 60 Km. Dari Kota Medan, bukit ini menjadi salah satu pilihan wisatawan untuk melepas penat sejenak diantara pinus-pinusnya yang hijau rindang. Wisata ke Berastagi belum lengkap sebelum mencicipi pemandangan tanah karo dari bukit Gundaling. Siapa sangka, bukit yang sudah ada sejak zaman belanda ini memiliki kisah dan buah bibir yang unik dari masyarakat setempat. Berawal dari  masa penjajahan Belanda ,   ada seorang ada Seorang pemuda dari Inggris yang tinggal di sekitar kota Berastagi sebagai missionaris. Suatu ketika , pemuda ini berjalan mengitari sebuah bukit  dan tanpa disengaja bertemu dengan seorang gadis penduduk asli didaerah ini. Gadis ini dikabarkan memiliki paras yang cantik, rambut yang panjang , tutur bahasa yang baik , sehingga pemuda terpana begitu melihat gadis tersebut. 

Bukit GundalingBukit Gundaling

                Pemandangan dari Bukit Gundaling


Sang pemuda memberanikan diri untuk menyapa gadis ini , walaupun bahasa daearah yang gunakan masih terlalu kaku. Sang gadis ternyata membalas sapaan pemuda ini hingga mulai terjadi obrolan yang membuat mereka berbicara panjang hingga menjelang sore. Sang gadis sadar bahwa waktu sudah mulai gelap, dan gadis ini pun pamit kepada pemuda dengan alasan orang tuanya yang sudah menunggu dirumah. Sang pemuda masih merasa berat ditinggal sang gadis , karena masih ingin berlama-lama dengannya . Namun , sang gadis tetap mengikuti kehendaknya untuk pulang. 

Wisata Bukit GundalingSenja Bukit Gundaling

Sejak saat itu , pemuda mulai membayangkan sang gadis dihari - harinya. Rasa ingin bertemu dan rindu mulai tumbuh diantara keduanya. Pertemuan selanjutnyapun rutin dilakukan dibukit ini. Akhirnya mereka berikrar menjadi sepasang kekasih dibukit ini dan sering  bertemu disini.  Bukit ini semakin melengkapi keindahan cinta mereka dengan pinus-pinus yang mengelilinginya.



Sang orang tua yang mulai memperhatikan tingkah laku si gadis mulai curiga . Sang gadis sering melamun dan tersenyum - senyum sendiri, bahkan sudah mulai enggan pergi ke ladang untuk membantu orang tuanya. Orang tua sang gadis mulai penasaran dan mengikuti kepergian gadis secara diam-diam . Dan betapa terkejutnya orang tua si gadis mengetahui anaknya berhubungan dengan orang yang tidak dikenal, asing dan bukan dari suku mereka. Meliha hal tersebut, sang orang tua marah dan mamaksa sang gadis untuk pulang. Sang pemuda terkejut melihat sikap orang tua si gadis. 


Pemandangan Bukit GundalngBukit Gundalng Berastagi Sumatera Utara

                   Pemandangan Gunung Sibayak dari Bukit Gundaling


Sejak kejadian ini, sang gadis dikurung dirumah tanpa dibolehkan keluar kecuali dengan seizin orang tuanya.  Orang tua si gadis mulai menjodohkan gadis dengan sepupu terdekatnya secara sepihak. Rencana pernikahan dibuat tanpa mempedulikan pesetujuan sang gadis. Sang gadis mulai dirudung kesedihan. Sementara sipemuda mulai gelisah tidak pernah menemui sang pujaan hati . Didorang rasa cinta yang kuat, sang pemuda nekat mengendap-ngendap di malam hari. Dia mendekati kamar sang gadis dan memanggilnya dengan lembut dan pelan. Sang gadis menyadari suara pemuda itu, dan langsung membuka jendela. Dari sana sanga gadis menyampaikan bahwa ia sudah dipingit orang lain dan segera dinikahkan dengan sepupu dekatnya. Sang pemuda terkejut dan mengajak gadis untuk kabur dari rumah.. 

Sang gadis sepakat , dan akan bertemu dibukit tempat biasa bertemu. Keesokan harinya si pemuda datang kebukit ini menunggu sang gadis. Sang gadis yang berusaha keluar dari jendela mengalami nasib sial , karena pada tengah perjalanan ia tertangkap basah oleh keluarganya. Mengetahui niat si gadis , keluarga mempercepat pernikahannya pada hari itu juga. 

Di sisi lain, sang pemuda mulai gelisah tidak menentu menunggu kedatangan sang gadis. Dia berjalan mondar mandir kesana kemari mencari sang gadis sambil berteriak "darling".."darling".."darling" . setelah lelah menunggu sangpemuda mulai sadar bahwa sang gadis tidak datang. Ia pun kembali , mengulangi hal ini esok harinya. setiap harinya dia mondar mandir disekitar bukit tersebut sambil berteriak "darling". Tak kunjung mendapat jawaban , sang pemuda memutuskan untuk meninggalkan kota Berastagi. Sebelum dia pergi , ia memandangi bukit tempat bertemu sang gadis dan berteriak sepanjang jalan dengan kalimat "good by darling" yang berarti "selamat tinggal sayang". Sepanjang jalan dia mengucapkan kata tersebut berulang-ulang  hingga bukit itu tidak kelihat lagi dipandangannya. Masyarakat sekitar yang menyaksikan ulah pemuda ini tidak mengerti apa maksud perkataanya. Mereka menangkap dengan ucapan "gundaling" , dan sejak saat itulah bukit ini bernama bukit gundaling.


Kuda Di Bukit GundalingPohon Pinus Di Bukit Gundaling

    Kuda yang menjadi transportasi khas gundaling dan Pinus yang rindang


Sampai saat ini belum ada yang memastikan secara pasti kebenaran legenda masyarakat ini , namun secara logika hal ini mungkin saja terjadi. Mengingat zaman penjajahan , banyak orang -orang Eropa yang berlibur ke bukit Gundaling . Bahkan , orang-orang Belanda banyak membangun bungalow didaerah ini. sejak zaman Penjajahan Belanda Brastagi dan Prapat menjadi pilihan banyak wisatawan, Belanda membuat paket perjalanan dengan mempromosikannya ke Eropa. Kabarnya, dahulu pernah dibangun bandara dibukit ini. Ada beberapa bangunan kuno yang masih ada hingga sekarang seperti bungalow Belanda, Kantor Lonsum dan Bukit Kubu yang berada tak jauh dari bukit Gundaling. 


Bungalow Lonsum di gundaling
Bungalow Lonsum Peninggalan Belanda di Gundaling

Bukit Kubu Rumah Bung Karno
Hotel di bukit kubu yang juga menjadi
peninggalan Belanda tak jauh dari Bukit Gundaling


Untuk menuju kemari, kita tidak terlalu sulit untuk mencapainya. Dari jantung kota Berastagi kita berbelok ke Arah Kanan , melewati pasar buah Berastagi yang terkenal sebagai pasar Buah tersibuk di Sumatera Utara. Saat melewati Pasar buah , kita akan menemukan gapura yang di jaga oleh para petugas dari Dishub. Untuk masuk kedalam biasa kita akan  dikutip tarif 5000 rupiah perkepala dan selanjutnya kita bisa berjalan menikmati kota Berastagi dari Bukit Ini.



Untuk mengelilingi bukit kita bisa trekking atau menunggangi kuda yang tersebar disekitar bukit dengan tarif yang bervariatif.

Piknik di Gundaling
Gundaling menjadi tempat piknik keluarga

Sisi-sisi landai dari bukit dimanfaatkan sebagai tempat berteduh dan istirahat untuk piknik keluarga. Dari puncak bukit kita bisa melihat langsung Gunung Sinabung secara jelas dan indah. Dari sisi bawah juga kita bisa melihat gunung Sibayak dengan sempurna. Dipinggir jalan sepanjang bukit ini terdapat warung-warung kopi, toko souvenir dan penangkar tanaman hias  yang berlatarkan kota Berastagi dari ketinggian. Ukiran lahan dan pepohonan begitu tergores indah.  Sangat tepat menikmati bukit ini saat pagi atau malam harinya. Untuk akomodasi tidak perlu cemas disekitar bukit sudah banyak hotel yang bertebar . 

Pohon Pinus Gundaling
Berjalan diantara hutan pinus di Bukit Gundaling




Puncak gundaling dengan Sinabung sebagai Background


Belanja Souvenir di gundaling
Toko Souvenir di Sepanjang jalan Bukit Gundaling


Namun keadaan Bukit gundaling tidak seramai perbincangan dahulu, sejak erupsi Sinabung bukit ini terus mengalami penurunan jumlah wisatawan. Ditambah lagi faktor kebersihan yang mulai dilupakan masyarakat sekitar . Bukit Gundaling sudah layak mendapat perhatian penuh dari Pemerintah. Selain dari sisi Keindahan alam , nilai sejarah bukit Gundaling juga menjadi bagian dari wisata. Mari kunjungi Bukit Gundaling

Share this article :

2 comments:

  1. Bungalow lonsum disebelah mananya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dia ada dibagian bawah sebelum naik kegundaling

      Delete

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template