Headlines News :
Home » » Surat Untuk Nisa

Surat Untuk Nisa

Written By abdul karim on Thursday, 13 February 2014 | 07:37



Surat Untuk Nisa


Dear Nisa , Mungkin ini surat terakhirku untukmu..Semoga Tuhan senantiasa memberkatimu..

Aku ingin bercerita nisa , tentang diri ini yang benar-benar mengagumimu. Aku benar-benar tak habis fikir. Ternyata jika seorang wanita telah menggariskan cinta sejatinya kepada belahan jiwanya.  Maka satu hal yang tak perlu aku ragukan darinya yaitu kesetiaan. Sudah bertahun-tahun aku berpacaran dengan nisa, wanita yang kucintai dengan datar. Sejak lulus dari SMK aku menjadi shock dengan kematian ibuku .

Ia meninggal dengan tiba-tiba dalam sebuah kecelakaan tunggal . Disaat itu nisalah yang menopang kesedihanku . Ayahku sepertinya sudah tidak peduli denganku , ia pergi dengan istrinya yang lain. Ini membuat hidupku sedikit berantakan, Sejak duduk dibangku kuliah, aku mulai mengenal minum-minuman keras dan bergaul dengan para bandit. Kusembunyikan semua ini dari Nisa , namun sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga . Di persimpang warung pasar, aku ketahuan sedang minum bersama teman-temanku . Nisa yang kebetulan lewat mengenal ku dengan jelas. Ia marah , ia luapkan emosi ini pada tangisan-tangisan yang meleleh dipipinya . lagi-lagi , ketabahannya terus membuatku luluh . Ia menasehatiku agar berubah, iya..berubah. ia pernah bilang , apa pun kekuranganku dia akan berusaha menutupinya. Baginya antara aku dan dia , seperti kepala dan badan tak ingin dipisah satu sama lain. nisa , tahukah engkau bahwa  memilih setia bersamaku adalah hal paling bahagia dalam diriku.

Harapan itu selalu ada pada seorang nisa. Pernah suatu hari aku di pertemukan oleh teman-temanku dengan wanita lain yang lebih cantik . “Udahlah , rif mumpung ada perempuan lebih cantik kau tinggalkan saja nisa tu” Rayu temanku.

Hampir saja aku berubah pikiran jika sapu tangan yang ia buatkan untukku tidak jatuh saat itu. Aku tahu dia senang menjahit, dan ini jahitan yang ia rajut dengan cinta dan kasih sayang . Sewaktu aku flu dan deman ia buatkan kain ini untukku. Sungguh , aku tersentak ..tersentak dan berfikir dua kali untuk mengkhianati cinta ini . Denga kondisiku yang hancur, lusuh dan suram ..nisa tak pernah berhenti berharap agar aku menjadi yang terbaik .


Dalam malam terakhir ini, kutuliskan kisah kesetiaan nisa yang selalu menemaniku . Di dalam ruang bedah, aku harus pamit kepadanya. Menjunjung tinggi kesetiaanya , bahkan ketika malamini menjadi malam terakhir bagiku. Kanker Otak yang sudah menyelimuti kepalaku menggerogot perasaan ini dengan dalam , dan nisa...aku tetap berusaha menjadi setia dimalam ini . Semoga besok kau temukan pemuda yang lebih baik dari ku.
Selamat malam nisa, terima kasih telah setia menemaniku

Dari pacarmu yang nakalArif

(tulisan ini kuikutkan lomba flash story dari nulisbuku.com, walaupun tidak menang aku tetap optimis untuk tetap menulis :) ) 
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template