Headlines News :
Home » » Melayu deli dan Burung Ruak-ruak

Melayu deli dan Burung Ruak-ruak

Written By abdul karim on Wednesday, 5 February 2014 | 07:20



Orang Melayu Deli Acapkali Djuluki Dengan Gelar Tak Resmi Sebagai 'Orang Kampung'. Walau sudah mengecap di Kehidupan Kota tetap saja mereka menyebut dirinya sebagai orang kampung.
Dan ku perhatikan Memang Kehidupan Mereka tidak lepas dari suasana kampung. Salah satu kebiasaan yang membuat mereka harus terjun menyisip diperkampungan adalah 'Dekut', Suatu Teknik berburu burung dengan 'membodohi' para makhluq bersayap ini.

 Dekut Sendiri dilakukan dengan memasang 'bantau'(suatu jaring yang yang berukuran sekitar 10x5 meter.dibentangkan diantara pasak yang terbuat dari bambu) nantinya burung-burung ini diharapkan menabrak jaring-jaring yang dipasang kendur,agar kaki para burung bisa tersangkut mulus disini.Para Burung biasanya dirayu dengan alat pemanggil burung tradisional yang dibuat dari bambu.katanya kalau burung sudah kalah saing dalam adu suara maka dia akan mendatangi arah suara itu dan menabrak jebakan bantau. Ruak-ruak (Amaurornis phoenicurus) adalah sasaran yang paling empuk, burung ini biasanya mudah ditemukan didekat perairan seperti sungai,kolam atau rawa. dan mulai berkuak setelah maghrib. dengan mengeluarkan bunyi suara 'hoop' yang diikuti dengan 'hu-waak' secara berulang dan monoton.Ketika Rembulan menyapa,para 'dekuters' dari orang melayu deli mulai menunjukkan tajinya. 


mereka mulai mencari hamparan yang dekat dengan sungai, selain sebagai habitat ruak-ruak para pemburu burung ini juga bisa menjala ikan atau mengail disini. Dan setelah bantau berdiri mulailah 'bird war' terjadi, kalau anda sedang dirundung sial ,bukan ruak-ruak yang mendekat.namun kelelawar2 sinting yang akan menabrak bantau sambil mengoyaknya. namun ketika ruak-ruak ini telah berhasil 'dibodohi' disitulah nikmatnya dekut ini.setelah mendapat beberapa ekor ruak-ruak,memangganglah kegiatan paling seksi untuk dikaji.oh..nikmatnya alam ini tuhan,Cade Kesuesahan Di hatiku pe.Saat Fajar mulai dirilis,mereka pun pulang untuk melampiaskan emosi kecil setelah mendekut. 


 Hanya semilir angin yang tetap berdiri dihamparan beserta Para jangkrik yang mulai menghela nafas sambil melihat 'orang-orang kampung' yang telah 'minggat' dari hamparan ini.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template