Headlines News :
Home » » Fenomena Hewan Ternak Bebas di Aceh

Fenomena Hewan Ternak Bebas di Aceh

Written By abdul karim on Friday, 28 February 2014 | 06:18





Hewan ternak yang berkeliaran
di Perkarangan Parkir Wisatawan , Pelabuhan Sabang



Awal tahun baru lalu, saya berkempatan berlibur ke Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. ini kedua kalinya kaki ini menjajaki bumi aneuk nanggroe yang terkenal agamis dan madani. Jalan raya yang bagus dan suasana yang indah ku lihat dari kanan-kiri jalan . Didominasi  oleh Umat Muslim, banyak terdapat rumah ibadah yang tersebar di Pinggir Jalur Lintas. Umumnya masjid-masjid / Munasah di Aceh berukurang sedang dengan style yang terbuka seperti mengisyaratkan welcoming word kepada kami. Perjalanan ini terasa nyaman, hingga rem mobil  kami harus berdesing secara mendadak. Hampir saja minibus kami oleng tergelincir di pinggir aspal gara -gara segerombolan hewan ternak santai berlalu lalang dijalan raya. 

Lembu yang berkeliaran di sabang kota

Ya, Hewan ternak .Ini fenomena unik sekaligus tabu Jika anda mencoba menjelajahi Aceh di siang hari , kita akan melihat segerombolan ternak-ternak warga yang bebas berlalu lalang dijalan raya , terutama pada jalur lintas timur hingga barat laut. Hewan - hewan ini santai melintasi jalan raya dan mencari makanan di rumput-rumput pinggir jalan , atau tong sampah yang terkadang digerogoti kambing-kambing ini. Sampai saat ini aku masih heran kenapa pemilik ternak sendiri enggan mengikatnya , padahal menurut temanku yang asli orang Aceh , semua hewan -hewan itu ada yang punya .Namun terkadang lahan yang sempit membuat sang pemilik enggan membuat kandang bagi hewan - hewan ini . Ada juga yang mengatakan bahwa Hewan-hewan ternak di Aceh kebanyakan low Weighting  jika sapi dibiarkan di dalam kandang saja.Dan membiarkannya berkeliaran bebas adalah salah satu solusi untuk mendongkrak berat hewan-hewan tersebut (saya sendiri masih belum percaya dengan teori ini  he.he..) 

Hewan ternak tanpa penggembala
 di Pantai Lhok Nga , Banda Aceh


Apapun alasan mereka , kebiasaan melepas ternak dijalan raya ini sangatlah membahayakan pengguna jalan. Sudah banyak kecelakaan yang terjadi hanya karena sang pengemudi mencoba menghindari hewan-hewan ternak yang menyebrang tanpa aturan. menyikapi hal ini , sebenarnya beberapa kabupaten membuat qanun ( peraturan) daerah tentang penertiban hewan ternak yang bebas berlalu lalang , bahkan pemerintah sabang misalnya mendenda warganya yang melepas hewan ternak ditempat -tempat umum seperti kantor pemerintahan , tempat wisata atau jalan raya. Namun , tetap saja peraturan hanya pecah dimulut, aplikasi yang terjadi masih  banyak warga yang membandel , dan membiarkan hewan-hewan mereka berkerumul dijalan. 

Satpol PP Aceh, yang berusaha Menertibkan Hewan ternak
yang berkeliaran Sembarangan

Kebiasaan unik yang hanya kita temukan di Propinsi NAD ini telah ada sejak masa kerajaan Aceh. Sebagai mana yang kita ketahui , bahwa para pedagang Arab, Goa ( India)  dan China telah melakukan perdagangan melalui kerajaan samudra Pasai berabad-abad yang lalu. Sehinga pengaruh budaya India sendiri juga melekat melalui masyarakat Aceh dari segi Ras dan Kebiasaan yang mirip. Orang-orang Tamil India umumnya menganggap hewan ternak Sapi sebagai hewan suci atau disucikan , mereka membiarkan sapi-sapi ini berjalan di jalan raya ..datang ketoko-toko . dan  menganggap kedatangan sapi ini adalah berkah sambil memberi Makan. Wajar saja , sapi harap dilukai apa lagi dibunuh di India. Bahkan , ada yang menyembah sapi-sapi dijalan karena menganggap bahwa hewan ini adalah jelmaan dari dewa. Secara tidak langsung ini juga menjadi alasan konkrit  Kebiasaan hewan ini lahir disini. 

di India Sapi juga berkeliaran bebas
sumber : www.nationalgeographic.com

Dan para hewan ternak ini tidak hanya mengganggu dari segi lalulintas, pada beberapa lokasi wisata , hewan -hewan ini pun bebas berlalu lalang sambil membuang kotoran sembarangan. Dan satu hal yang lebih parah, banyak rambu-rambu peringatan akan hewan ternak yang tidak di pajang diberbagai jalan, ini lebih memperburuk keadaan ketika sang pengemudi melaju dengan kecepatan tinggi , sementara hewan ternak santai dengan tiba-tiba masuk di ruas jalan. saya yakin ada 2 hal yang terjadi , pertama hewan itu terluka /mati yang kedua pengendara ini yang terluka/mati.  

Contoh Rambu Tentang Hewan Ternak Di Australia
sumber : google.com

Akhir cerita, saya hanya bisa memberi saran : 
pertama, buat pemerintah Aceh agar lebih ekstra bekerja keras menertibkan hewan-hewn ternak ini bersamaan dengan sangsi / Qanun bagi para pelaku dan pemilik ternak bebas yang membiarkan hewannya mengganggu fasilitas publik

Kedua, buat para pemilik ternak  agar lebih memikirkan nasib orang lain terutama untuk pengguna jalan dan wisatawan yang terkadang tidak merasa nyaman dengan melihat hewan-hewan berkeliaran seperti kehilangan pemilik. 

Ketiga, bagi pengumudi yang ingin berkendara di jalan lintas Aceh agar lebih berhati-hati lagi berkendara dan mengutamakan keselamatan , karena resiko lebih banyak terjadi jika kita memilih untuk berkebut-kebutan .
Share this article :

3 comments:

  1. Udah sering liat beginian juga mas karimm,,, di medan juga ada,,
    trus di Jalan menuju Siantar juga sering liat,, :D

    ReplyDelete
  2. Ah..yang jelas kami hampir kejadian , gara2 hewan ternak perjalanan kemarin . Hampir disetiap kota selalu ada.

    ReplyDelete
  3. kkk ada aja berkeliaran kayak gitu yahhh ... coba kalau gitu di daerah saya maka gk sempat berkeliaran udah langsung hilang langsung diambil orang..

    ReplyDelete

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template