Headlines News :
Home » » Biografi : N. Akelaras, Bukan Penangkar Tanaman Biasa

Biografi : N. Akelaras, Bukan Penangkar Tanaman Biasa

Written By abdul karim on Saturday, 1 February 2014 | 21:08

Ketua ASPENTA SUMUT
N. Akelaras dalam Foto

Parasnya sudah tidak muda lagi, rambutnya mulai tipis  ,keriput-keriput kulitnya menandakan ia adalah seorang  manula. Tapi ini bukan orang tua biasa, dia adalah pejuang tangguh yang sudah kenyang pengalaman.  Di usianya yang mulai menginjak 73 tahun  masih tetap terpancar semangat juang yang tinggi. Dia seorang penangkar , namun bukan penangkar biasa . Saya  lebih akrab memanggilnya dengan “Pak Kelaras”.
Nama sebenarnya adalah N. Akelaras dia  lahir di Cot Girek , Aceh Utara 27 Juli 1942. Buah hati dari pasangan Almh. Ngadimah dan Alm. Mudjiono.  lahir pada masa Penjajahan Jepang , dimana kehidupan masyarakat masih  masih menjadikan jagung dan ubi sebagai bahan pokok.  sehari-harinya mereka di hantui oleh kerja rodi dan makian kondektur-kondektur Jepang

 Pipi N. Akelaras kecil yang masih memerah harus diselingi sebuah kejadian dramatis, ditahun yang sama sang ayah harus diboikot  sebagai tenaga rodi oleh Jepang  ke Lhok Nga, Banda Aceh (Saat itu namanya masih Kutaraja) . Sang ibu Ngadimah melarikan diri ke Lhokseumawe,  menitipkan kelaras kecil ke ibu susuannya, Almh Sagem. setelah  Menjadi bagian  dari keluarga  Almh. Sagem,  7 tahun setelahnya Kelaras kecil dibawa ibu kekota perbaungan (kebon batang terap) , Sumatera Utara . Setelah ibunya berpisah dengan ayah dia, sang ibu membanting tulang dengan bekerja menjadi seorang pembantu rumah tangga,  hingga akhirnya di kota ini ibunya dipersunting  oleh  E. Van Osterch (Muhammad Ya’kub) . 

Tahun 1952, N. Akelaras didaftarkan di Sekolah Rakyat Negeri Batang Terap. Sejak duduk dibangku sekolah Jiwa kepimpinannya mulai tumbuh sejak menjadi ketua kelas 6 tahun berturut-turut di Sekolah Rakyat, bahkan ketika SMP dia menjadi ketua kelas dan  GSNI (OSIS) . 

Tamat dari SMP Negeri Perbaungan, Kelaras menyambung sekolah di STM dwi warna Medan. Dari Kecamatan Tanjung Morawa ke Medan , Kelaras muda menaiki sepeda kecilnya sebagai transportasi  sekolah. Setelah itu dia melanjutkan sekolahnya di ITS (Institut Teknologi Sumatera )Medan .  Di usia muda,dia  berhasil menjadi ketua LKMD di Desanya. 

Tahun 1963 , N.Akelaras bersama Masyarakat Desa Bangun Sari mendirikan SD Sekar Gunung. Sekolah ini masih terdiri dari bangunan non permanen, namun ini menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini harus menyekolahkan anak mereka yang jauh dari desa Bangun Sari. 
Drop out dari Kampus , N. Akelaras  mempersunting  Hj. Saniah. Sempat bekerja diberbagai perusahaan , N. Akelaras memutuskan kembali ke Desa Bangun Sari . Dan membuat penangkaran bibit lada,cengkeh dan  rempah-rempah lainnya di Lokasi tanah milik orang tuanya. 

Selain membuka usaha penangkaran , N. Akelaras juga menjadi guru di sekolah sekar gunung yang namanya sudah diambil alih oleh Taman siswa. Namun masalah baru timbul disini, banyak anak-anak yang menunggak  SPP karena faktor ekonomi, membuat biaya operasional sekolah sedikit pincang, tak heran jika  guru-guru terlambat menerima gaji hingga berbulan-bulan.  N. Akelaras pun langsung berinisiatif turun tangan. Anak-anak dikumpulkan , dan diajarkan untuk menangkar tanaman. Jika tanaman sudah layak dijual, Hasil penjualan pun dibagi untuk sekolah dan uang saku anak-anak tersebut.  Awalnya yang hanya tanaman lada dan rempah, N. Akelaras mulai mengembangkan tanaman holtikultura.  Desa Bangun Sari pun ditumbuhi anak-anak yang ahli dalam dunia menangkar. Tak heran jika saat  ini desa ini memiliki ratusan penangkar aktif untuk bidang tanaman holtikultura , hias dan buah-buahan. 
Pembinaan Tanaman kepada Masyarakat Pedalaman
di Aceh
1985, N. Akelaras membentuk kelompok penangkar yang dinamai Tani Mas . Kelompok ini banyak mengadakan pelatihan-pelatihan pengadaan dan pembuatan bibit tanaman dengan baik. Tidak puas membangun kelompok tani. N. Akelaras juga membina kelompok-kelompk peternak ikan . Pergerakan N. Akelaras menarik hati para aktivis untuk merangkulnya dalam membina masyarakat. 1989, LSM Nasional BITRA (Bina trampil desa ) yang saat itu dipromotori oleh Ir. Soekirman ( yang saat ini menjadi Bupati Kab. Serdang Bedagai  ) menggandeng  N. Akelaras  untuk membangun kelompok-kelompok tani perdesaan di beberapa kabupaten Sumatera Utara. Bahkan para tamu-tamu dari luar propinsi juga terbius untuk mengunjungi tani mas untuk studi Banding penangkaran dan rekayasa tanaman. 

Salah seorang Masyarakat yang berkonsultasi
tanaman kepada beliau
Awal tahun 90-an ,jumlah penangkar tanaman di Kabupaten Deli serdang dan sekitarnya semakin bertambah pesat. N. Akelaras bersama beberapa tokoh lingkungan hidup lainnya membentuk Asosiasi Penangkar Tanaman Sumatera Utara yang diketua oleh Paris Sembiring tahun 1997. 
Tahun 1997 N. Akelaras bekerja sama NGO Unit Manajemen Leuser (UML)  membentuk  ratusan Kelompok Swadaya Masyakat dan pelatihan-pelatihan penangkaran tanaman beserta lingkungan hidup  di 17 Kabupaten Sumatera Utara  dan Nanggroe Aceh Darusalam. Masyarakat pun mulai banyak melirik dunia penangkaran dan menjadi usahawan mandiri. 

Nama N. Akelaras pun mulai mencuat di bidang lingkungan hidup. Bekerja sama dengan berbagai LSM kelas Internasional seperti  USAID , OXPAM , FAO  , CHARITAZ CHEKO , CHARITAZ PRANCIS dan KEUMANG melirik komitmen N.Akelaras di bidang pembinaan masyarakat, N. Akelaras mulai aktif  berbagai kegiatan rehabilitasi hutan dan kerusakan lingkungan  wilayah Nanggroe Aceh dan Sumut. Terutama kegiatan rehabilitasi DAS Wampu pasca banjir bandang bahorok, Rehabilitasi Hutan Aceh Pasca Tsunami  juga beberapa titik lingkungan hidup yang membutuhan suplai tanaman dan pembinaan. Tahun 2004 Kementrian Lingkungan Hidup pun memberi penghargaan sebagai kader lingkungan  , setelah kegiatan semilyar pohon di Berastagi.


Para Pemuda Aceh
yang dibina  mengelola Benih yang benar 

Tahun 2008, N. Akelaras bekerja sama dengan  NGO CABI, FP USU dan Unsyiah membuat klinik tanaman PLANTA di pondok kecil  Tani Mas , satu-satunya klinik tanaman di sumatera utara saat itu. Sebagai tempat konsultasi tanaman dan pusat informasi penanggulan hama penyakit . 
Semua kegiatan pembinaan yang dijalaninya sering dihadapi rintangan. Tempat yang terisolir, cuaca buruk , dana yang terbatas beserta sinisme dari sebagian kecil masyarakat yang belum memahami beliau. Dan sampai umur beliau berkepala tujuh pun pembinaan masyarakat terus dilakukan.  Tubuhnya masih kuat untuk terjun didunia penangkaran, dan tahun 2012 lalu N. Akelaras terpilih menjadi ketua ASPENTA (Asosiasi Penangkar Tanaman Sumatera Utara ) . 

N. Akelaras bersama siswa SMPN 2 Tg. Morawa,
membantu penghijauan sekolah
Sampai saat ini,Banyak masyarakat yang datang untuk belajar dan berkonsultasi masalah tanaman di lokasi penangkaran tanaman miliknya.  Dan saya tetap menyebut N. Akelaras “bukan penangkar tanaman biasa”. Mungkin ada ribuan penangkar di sumatera utara ini , mereka banyak yang sukses secara harta . Namun sedikit sekali yang merelakan waktunya untuk membina dan membagikan ilmunya untuk masyarakat. Tulisan ini saya rakit sebagai penghargaan buat beliau, tanpa ada unsur kepentingan yang bersifat pribadi.
Saya hanya ingin mengingatkan kalian , bahwa dalam Negara ini . Orang-orang seperti inilah yang layak disebut rakyat  Indonesia. Mereka berjuang untuk masyarakat .Desa bangun sari yang dulunya hanya desa kecil , sekarang berubah menjadi desa wisata botani terbesar  dengan lebih dari 300 penangkar . Saya menjuluki desa Bangun Sari , Tanjung Morawa Kabupatn Deli Serdang ini dengan “Desa Sejuta Tanaman” . Dan tokoh yang mencuat salah satunya adalah N. Akelaras.  Dan saya yakin ada banyak orang-orang hebat yang tidak pernah mencuat , karena banyak yang menganggapnya sebagai orang-orang biasa. 

Share this article :

2 comments:

  1. Jadi pengen ketemu bapak itu, tanya-tanya tentang beberapa hal.

    ReplyDelete
  2. langsung saja datang ke lokasinya..di Km. 12 Tg. Morawa
    orang nya welcome banget tuh.

    ReplyDelete

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template