Headlines News :
Home » » Adik Perempuan

Adik Perempuan

Written By abdul karim on Sunday, 9 February 2014 | 10:27

Adik perempuanku yang baru lahir 2013

Dari lamunan masa kecil, aku selalu berharap memiliki adik perempuan. Menurutku adik perempuan itu lebih mudah diatur , bisa membantu memasak ibuku juga mengurus setiap pekerjaan rumah yang selama ini selalu dikerjakan ibu. Sewaktu ibuku hamil, aku lantam menuntut agar diberi adik perempuan."Mana bisa kau tuntut mamak rem, bukan mamak yang ngatur" kata ibuku. "Pokoknya karim penegennya adek perempuan mak" tuntutku lugu.  Namun, Allah berkehendak lain, 1999 lahir  adik pertamaku bergenre laki-laki-laki,.

 aku tidak pasrah begitu saja keinginan  itu terus kupendam, hingga 2 tahun kemudian aku mendengar kabar bahwa ibuku hamil lagi. Alhamdulilah,  mudah-mudahan ini adik perempuan pertamaku. Hasil dari USG dr. Bobby ( dokter yang menjadi langganan ibuku dalam urusan persalinan) juga memprediksikan bahwa bayi yang bersarang di Perut ibuku adalah bayi Perempuan. Senangnya kupikir, sebentar lagi aku punya adIk perempuan.

Namun hal yang tak kuinginkan pun terjadi , malam  itu ayah mengendarai  motor bebeknya dengan kencang, entah apa yang ingin dikejar, ayah tidak memperdulikan ibuku yang tengah hamil dibelakang. sepulang dari lubuk pakam, tanpa sengaja  ayah menabrak lubang ditengah jalan yang mengguncang keras ibuku yang tengah hamil dibonceng. Kejadian ini terlihat sepele, namun esoknya terjadi hal yang paling kubenci ..Ibuku keguguran, dan menangis sejadi-jadinya. Ya Allah , Apa lagi ini....
memang beberapa hari sebelum kejadian , ibuku bermimpi melihat Almh. Neneku menggendong anak bayi perempuan , dan didalam mimpinya nenekku mohon izin dan pamit untuk membawa bayi perempuan itu.
entah itu pertanda atau bunga tidur saja aku tak peduli, yang jelas keinginanku untuk memiliki adik perempuan sirna ditengah perjalanan.

Tapi tunggu dulu, setelah keguguran ibu ternyata masih bisa hamil lagi . Kali ini aku sudah kelas 2 SMP . Tepat tahun 2004 ibu juga melahirkan seorang bayi, namun sayang kali ini aku benar -benar tidak memiliki adek perempuan. adikku yang lahir adalah laki-laki . ah..apa-apaan ini, kami semua laki-laki tiga bersaudara. Ada sedikit perasaan kesalku , tentang rencana tuhan yang masih menyimpan teka-teki disetiap episode ini.

3 tahun kemudian , ibuku sudah dipanggil tuhan.Sebelum sempat memberiku adik perempuan ibu sudah mendahui kami semua.Sebuah kecelakaan tragis mengantar ibuku menuju peristirahatannya yang terakhir. Allah lebih sayang kepada Ibuku lebih cepat dari pada yang kupikir. Asa ku sudah berakhir disini, harapan ini sudah beralih menjadi mimpi panjang yang hanya kugantung dalam ingatan.

Adikku yang pertama masih duduk dibangku SD , dan adikku yang kedua baru berusia tiga tahun. Berharap mencari sosok ibu yang bisa mengurus mereka, ayah memutuskan untuk menikahi gadis pesisir di Mata Pao. Masih muda dan hanya terpaut beberapa tahun dari usiaku, muda sekali pikirku, jangankan mengurus anak , mengurus diri sendiri pun belum begitu berpengalaman pikirku. keraguanku tentang sosok keibuannya  terjawab, setelah 3 bulan kemudian dia lari rumah tanpa alasan jelas . Dan keputusan sontoloyonya lagi-lagi membuatku berfikir bahwa sosok ibu memang tak bisa diganti sembarangan.ayahku harus belajar dari kenyataan ini.

Ayahku kembali kehilangan status sebagai suami, tapi tak menghentikan petualangannya untuk berburu ibu baru bagi kami. 2010 ayahku menikah lagi, kali ini dengan wanita kampung sebelah ,seorang janda yang kupikir lebih berpengalaman mengurus anak. Alhmd. Adikku sedikit terperhatikan kondisinya, dan yang lebih membuatku bahagia Ibuku yang baru hamil dan melahirkan bayi perempuan. Di beri nama Ernita Humul Khair. Nita , panggilannya sering sakit-sakitan, dari lahir dia menolak ASI, aku tidak tau apa sebabnya . Syndrom apa yang dialami adik perempuanku, tapi aku melawan arus. Aku tidak peduli dia adik kandungku atau bukan , yang jelas aku menyayanginya melebihi kedua adik laki-lakiku. tidak baik memang, tapi bukankah perempuan itu harus diperhatikan lebih dari laki-laki?

Kebahagianku bertambah setelah adik perempuanku yang kedua lahir 6 Rabiul akhir kemarin. Walaupun Allah tidak memberiku adik perempuan lewat rahim ibu kandungku, tapi ini sudah cukup membuatku bahagia. Di usiaku yang berkepala dua , baru Allah menjawab keinginan terpendamku. Aku yakin ada hikmah dibalik tetes arus hidup ini . Adikku , I Love You All


Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template