Headlines News :
Home » » Senyuman Ayah

Senyuman Ayah

Written By abdul karim on Saturday, 11 January 2014 | 20:57


My Father

This My True Story,
Ayahku bernama Syamsul Bahri, anak tertua dari 10 Bersaudara. ia dididik keras oleh Alm. Kakekku, dan yang pasti didikan keras itu sedikit berimbas kepadaku. Dari dulu aku tidak terlalu simpati terhadap sosok ayah. Ia dingin , kaku dan aku berfikir bahwa ia tidak pernah mempedulikanku. Umur 5 tahun aku masuk rumah sakit gara-gara dipukul ayahku sampai berdarah, percaya atau tidak ayah pernah melemparku dengan kayu besar sewaktu aku enggan menyahut panggilan ibuku. Ayah selalu berkata kasar kepadaku, kalau dia marah ia tidak pernah memikirkan perasaanku , bicaranya kasar sekali. Hingga aku masuk pesantren , ayah sangat jarang berkomunikasi denganku . Kalau tidak penting, ya ayah tidak mau berbicara. dan kebutuhanku selalu aku utarakan terlebih dahulu. Aku iri melihat teman-temanku, tanpa perlu diberi tahu ayah mereka selalu mengerti apa kebutuhan anak-anaknya. hingga aku masuk bangku kuliah ayah tetap sosok yang dingin menurut aku , dan pantas saja aku kurang memperhatikan ayah.

Hingga suatu hari kejadian itu menimpa ayahku, awal tahun 2014  saat berkendara pelan di kota perbaungan ayahku ditabrak oleh pengendara lain yang ugal-ugalan, ayah terjatuh terseret di aspal , kakinya sobek dan membuatnya pincang berjalan. Ayah kesulitan berjalan, kejadian itu membuatku sedikit terpukul, karena ayah tidak mau memberi tahuku, aku tahu dari adikku di Pesantren setelah berlangsung beberapa hari dari kejadian tersebut . Aku pun pulang kerumah,  Namun ada kejadian menggugah hatiku , ayah tidak peduli dengan kakinya seperti apa . Dalam keadaan pincang ia tidak mau berbaring, ia bangkit dari kesakitan itu , ia tetap berusaha mencari nafkah, ayah berjuang untuk adik-adikku yang masih kecil -kecil, ia tidak pernah memikirkan bahwa kakinya akan semakin parah jika ia tidak mengistirahatkannya,

Sabtu, 11 Januari 2014  ayah mengajaku ziarah kemakam kakek dan pamanku , disetiap ziarah dan acara keluarga ayah selalu menyuruhku untuk memimpin doa, aku bisa membaca hati kecil ayah yang menginginkanku menjadi anah sholeh yang sampai saat ini belum bisa aku lakukan.ayah ingin aku menjadi panutan bagi keluarga. hal ini pernah dikatakanya kepada pamanku bahwa aku adalah harapannya.  aku teringat kejadian 7 tahun silam saat ekonomi keluarga kami betul-betul terpuruk , sampai-sampai satu bungkus nasi beris satu porsi telur harus berbagi dengan adikku , aku baru sadar ..bahwa ayah sendiri tidak memakan nasi bungkus . ia hanya menggoreng sedikit ikan asin untuknya dengan nasi putih , ayah tidak pernah lepas dari tanggung jawab. ia adalah ayah ku yang paling bertanggung jawab.

Pada kasus-kasus keluarga , ayah senantiasa menjadi penengah dalam setiap urusan, ayahku sering memperhatikan adik-adiknya, dan ia disegani oleh keluarga. Dan ayah membela mati-matian kalau anaknya diganggu orang, ketika adikku dipukul seniornya ayah langsung marah mencari tahu kasus ini, aku jadi mengerti . Bahwa sebenarnya ayah mencintai ku dan mencintai kami, hanya mungkin ayah terlihat lebih kaku karena terbiasa terdidik keras, marahnya ayah adalah marah sebatas ucapan. namun hatinya selalu tulus mencintai. ayah tidak pernah mengucapkan kata-kata penyayang di depanku, ayah tidak mau meminta bantuanku secara langsung ,bahkan  seumur hidup aku hanya 2 kali membonceng ayahku naik sepeda motor, dan ayah tidak pernah ...aku sadar bahwa itu memang karakter ayahku. Yang jelas ayah selalu berfikir dan berfikir ..dan aku yang tak tahu diri ini terlalu menyalahkan ayah. sekarang ayah sudah semakin sering beribadah . aku mencintai Ibuku ,yang sudah kembali kepada Allah, dan aku tidak ingin menyia-nyiakan ayahku. karena ayahkulah harta terbaiku . I Love u ayah.

Mungkin kawan-kawanku punya ayah yang mereka anggap hebat , tapi aku merasa aku memiliki ayah yang luar biasa, ayah yang paling tulus , ayah yang paling bertanggung jawab dan teladan . trust me ..every father has a great action. Senyuman ayah akan selalu lekat di sanubariku .

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template