Headlines News :
Home » » Konsep dasar Membangun Perpustakaan Digital

Konsep dasar Membangun Perpustakaan Digital

Written By abdul karim on Tuesday, 21 January 2014 | 19:32

Perpustakaan Digital di Mumbai , India



Buku-buku indah tersusun manis di perpustakaan sekolah kami. Berdiri rapi dengan rak-rak yang diklasifikasikan dengan berbagai jenis buku yang hendak dibaca para siswa. Suasana ini begitu padu dengan semangat mereka yang hendak melahap ilmu.  Hingga suatu hari musibah menimpa sekolah kami , sebuah mimpi buruk yang menjadi kenyataan datang dalam bentuk api. Dari hal yang kecil api langsung membakar semua buku-buk kami, habis tak tersisa. Perpustakaan hanya menjadi tembok-tembok hitam yang lusuh dan kosong. Kami kehilangan buku-buku yang senantiasa menjadi teman duduk kami. 

Mungkin ilustrasi diatas menjadi alasan utama untuk mengubah sistem perpustakaan yang ada saat ini . Buku-buku yang menggunduli pohon-pohon akan tergantikan oleh satu konsep perpustakaan yaitu disebut dengan Perpustakaan digital . Mungkin pada sebagian orang lebih terbuai kehidupan pra reformasi, konsep  perpustakaan Digital terdengar sedikit Asing . Namun inilah eranya digital , perpustakaan buku sudah layak di pindahkan kedalam bentuk digital library. 

Digital Library atau perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protocol elektronik melalui jaringan komputer.

Istilah digital library sendiri mengandung pengertian sama dengan electronic library dan virtual library. Sedangkan istilah yang sering digunakan dewasa ini adalah digital library. Bahkan di dalam suatu sistem web based learning atau virtual classroom (begitu banyak pihak menyebut sistem belajar melalui internet), tentu saja ada yang disebut virtual library.

Perpustakaan digital atau digital library adalah gabungan ICT(Information and Communication Technology) dengan isi dan program yang dibutuhkan untuk mereproduksi dan mengembangkan yang disediakan oleh perpustakaan pada umumnya 
Awal tahun 1990an disitulah , perpustakaan digital mulai diperkenalkan  dan berkembang  dan diiringi dengan kemajuan teknologi jaringan komputer yang memungkinkan pengaksesan informasi dari satu tempat ke tempat lain yang sangat jauh dalam waktu singkat.

Unsur-unsur yang terkait didalamnya antara lain
* Multimedia Database
* Information Mining
* Information Warehouse
* Information Retrieval
* Online Information
* Electronic Library
* World Wide Web (WWW)
* Wide Area Information Services (WAIS)

Di dalam perkembangan dunia perpustakaan sekarang ini banyak sekali istilah-istilah  mengenai library. Mungkin pembaca sobat  mendengar atau mengetahui informasi mengenai electronic library, digital library, Sistem informasi perpustakaan melalui web (Web Catalogue). Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memastikan dimana perbedaan dari Item diatas. 

* Electronic Library adalah sebuah sistem perpustakaan yang menggunakan media elektronik dalam menyampaikan informasi dan sumber daya yang dimilikinya.  Media elektronik yang digunakan ini diartikan secara luas bisa melalui komputer, telepon, Internet, web, dan lain-lain.
* Web Catalogue atau sistem informasi perpustakaan melalui web adalah sebuah sistem informasi dan transaksi perpustakaan melalui interface berbasis web.
* Digital library adalah penggabungan dari sistem informasi perpustakaan melalui web atau pun secara elektronik dengan koleksi-koleksi dalam format digital.

Karakteristik Digital Library 
Ini adalah karakteristik utama dari digital library:
1. Manajemen sumberdaya menggunakan komputer.
2. Komunikasi antara penyedia dengan pengguna informasi melalui saluran elektronik.
3. Pemenuhan kebutuhan pengguna informasi oleh staf melalui transaksi elektronik.
4. Penyimpanan, pengorganisasian, dan pengiriman informasi ke pengguna melalui kanal elektronik.

Dari karakteristik diatas maka perpustakaan koleksi yang melayani pengguna secara otomatis penuh(komputerisasi) dan belum memiliki unsur www, belum bisa disebut sebagai digital library. Perpustakaan disebut digital library ketika mayoritas sumberdayanya ditangani dengan menggunakan formulir elektronik melalui kanal elektronik.

Beberapa aspek yang dipertimbangkan cukup penting dalam suatu digital library. 
Pengumpulan dan pengolahan data adalah salah satunya, dalam hal ini data yang dikumpulkan dalam berbagai bentuk dan format oleh karena itu diperlukan pengelompokan atau pengklasifikasian data yang terkumpul. Format dan bentuk content yang terkumpul dapat berupa artikel, jurnal, white paper, presentasi, majalah on-line, e-book dalam format word, pdf, HTML, dan lain-lain. Setelah pengumpulan data selesai dilakukan maka selanjutnya adalah pengklasifikasian data. Pengelompokan sumber-sumber data ini misalnya berdasarkan nama penulisnya, nama pembicara apabila file tersebut merupakan file presentasi, berdasarkan event, berdasarkan topik dan judul ataupun berdasarkan kriteria-kriteria lainnya . 

Kemudian data tersebut dipadukan dalam suatu sistem database tertentu. Selain itu diperlukan juga suatu interface antara pengguna, operator, administrator dan database-nya sendiri oleh karena itu dibuat beberapa fasilitas seperti fasilitas pendaftaran, layanan informasi dan transaksi, fasilitas penelusuran data, lain-lain.


Siklus Konsep Digital Library

Pengembangan Digital Library
* Digital library adalah perpustakaan elektronik dimana pengguna dan penyedia informasi tersebar, tidak mengenal tempat secara fisik, dan sangat transparan.
* Tidak hanya satu tempat akses, dan tidak hanya satu tempat penyimpanan.
* Seluruh transaksi “on the cloud”. Seluruh transaksi dilakukan secara online
* Akses terhadap Digital Library tidak dibatasi oleh tempat dan waktu. Bisa kapan saja dan dimana saja.
* Koleksi elektronik bertambah dengan pesat, sedangkan koleksi tercetak menurun.
* Koleksi multimedia: teks, suara, dan gambar.

Digital library dapat berupa “bagian” dari Internet. Di dalamnya menyediakan beragam layanan, diantaranya: search engines, web browser, database management system, multimedia document, dan lain-lain.
Model Dokumen di dalam Digital Library
1. Multilingual documents
2. Multimedia documents
3. Structured documents
4. Distribution collections

Koleksi Digital 
Bahan-bahan koleksi yang ada di dalam suatu digital library secara garis besar terdiri dari dua macam yaitu digital material dan bahan yang didigitalisasi (digitized material). Digital material adalah koleksi yang format awalnya yang sudah dalam bentuk format digital. Oleh karena itu tidak diperlukan lagi proses digitalisasi dari content tersebut.Digitized material adalah koleksit yang format awalnya tidak dalam bentuk digital sehingga diperlukan suatu proses digitalisasi untuk mengubah format tersebut ke dalam format digital. Untuk itu diperlukan suatu tool yang berfungsi sebagai alat untuk mengubah format yang non digital ke format digital.Tetapi dalam melakukan proses didigitalisasi ini harus diperhatikan pula mengenai masalah hak cetak dan hak kepemilikan intelektual. Tidak semua penulis dan penerbit mengijinkan karya-karyanya diubah dalam bentuk digital.

* Koleksi sudah digital: formatting, streaming.
* Koleksi tercetak:
o Digitalisasi : retype, scanning, recording
o Formatting and streaming
Format atau jenis bahan-bahan koleksi dari digital library diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Text
Format: .DOC .TXT .PDF .RTF
2. Images
Format: .BMP .TIF . GIF .JPEG .WMF
3. Animation
Format: .ANI .FLI .SWF
4. Video
Format: .AVI .MOV .MPG
5. Audio
Format: .WAV .MID .SND .AUD
6. Web Pages
Format: .HTM .HTML
7. Programs
Format: .COM .EXE
Isu-isu penting yang menyangkut tentang koleksi digital adalah :
* Cepat dan mudah diakses melalui kanal komunikasi data.
* Ukuran file.
* Format file.
* Kompatibilitas dengan software untuk mengaksesnya.

Standard yang digunakan
Dalam mengimplementasikan digital library yang dapat diakses melalui jaringan publik terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah bagaimana koleksi-koleksi digital library tersebut direpresentasikan didalam web, bagaimana mengenai user aksesnya serta bagaimana teknik komunikasi yang digunakan. Berikut adalah beberapa standard yang ada baiknya diperhatikan dalam mengimplementasikan sistem digital library.
1. Material Description
Bibliographic : MARC, Dublin Core, SGML, HTML, XML, TEI
2. User Access
Terdapat dua metode akses yang bisa dilakukan oleh user dalam mengakses sistem informasi perpustakaan. Pertama adalah melalui dedicated line dan yang kedua adalah melalui Public Network. Dan dalam digital library yang dibahas disini akses yang digunakan adalah memalui jaringan publik. Kebanyakan standard yang dipergunakan untuk akses pengguna ini adalah HTTP (HyperText Transfer Protocol).
3. Communication System
TCP/IP, ini merupakan standard yang sudah dapat diterima semua pihak untuk masalah jaringan paket data yang reliable.


Sistem Keamanan
Keamanan adalah salah satu hal yang harus benar-benar menjadi perhatian dari penyelenggara digital library. Dengan banyaknya data yang harus dijaga tentu semakin tinggi pula tingkat security data yang diperlukan. Ada dua hal dari sekian banyak hal penting yang harus menjadi perhatian dari penyelenggara digital library ini, yaitu:
1. User Authentication.
Sebelum dapat mengakses layanan-layanan yang diberikan oleh digital library maka akan dilalui terlebih dahulu proses authentikasi. Tujuan dari authentikasi ini adalah untuk menjaga supaya hanya orang yang mempunyai hak akses saja yang bisa mendapatkan layanan digital library
2. User Authorization
Tujuan dari user authorization ini adalah untuk menentukan apa saja layanan-layanan yang bisa diperoleh pengguan dari digital library. Tingkat-tingkat authorisasi tersebut dapat dibagi menjadi empat, yaitu:
* Non Anggota
* Anggota
* Operator
* Administrator

Layanan untuk pengguna umum
Biasanya pelanggan dari suatu digital library ini dibagi kedalam dua golongan yaitu member(anggota) dan non member(non anggota). Anggota biasanya dapat mendapatkan semua informasi yang ada di digital library dan dapat melakukan transaksi perpustakaan sedangkan non anggota hanya dapat melihat isi katalog dari digital library dan tidak dapat melakukan transasaksi perpustakaan atau hanya bisa melihat koleksi-koleksi tertentu saja yang dirasa layak untuk diketahui umum.

Pembangunan Digital Library
Hal-hal yang harus diperhatikan di dalam pembangunan digital library:
* Funding.
* Free or fee.
* Authority.
* Censorship.
* Social impact.
* Democrazy and citizenship.
* Libraries as publishers

Kondisi di Indonesia
Di Indonesia terdapat hambatan-hambatan untuk pembangunan digital library, faktor-faktor yang menghambat untuk pembangunan digital library diantaranya :
* Komunikasi masih mahal.
* Infrastruktur kurang memadai.
* Aspek birokrasi dan politis.
* Kondisi sosial masyarakat pengguna informasi.
* Aspek HaKI.


Keuntungan Digital Library:
  1. Satu file Resources atau content bisa diakses secara bersama-sama (Access).
  2. Menurunkan Budget
Tidak diperlukan lagi investasi untuk pembangunan gedung yang besar untuk menampung jumlah koleksi sedemikian banyak. Semua dikarenakan semua koleksi sudah dalam format digital dan disimpan dalam harddisk dalam kapasitas besar apabila kapasitas harddisk kurang maka tinggal ditambah/diupgrade kapasitas harddisknya saja. Selain itu biaya maintenance dari gedung otomatis hilang karena sudah tidak ada gedung dalam digital library ini. Biaya operational yang mungkin harus di keluarkan adalah maintenance perangkat komputer dan biaya jaringan.

3. Efisiensi
Dengan adanya digital library ini maka tidak diperlukan lagi bangunan-bangunan secara fisik karena semua koleksi atau konten sudah dalam bentuk digital tidak berbentuk fisik lagi. Demikian pula bagi pustakawan tidak perlu lagi mengulang-ulang jawaban terhadap pertanyaan yang sama karena digital library menyediakan seluruh fasilitas yang bisa menjawab pertanyaan pelanggan secara on line.

4. Sebuah model bisnis baru
Dengan adanya digital library ini memungkinkan perpustakaan atau penerbit mengembangkan sebuah model bisnis baru. Untuk perpustakaan, dengan aplikasi seperti ini dapat mengembangkan institusinya tidak hanya menyewakan buku secara fisik tetapi dapat juga menyewakan buku-bukunya secara on-line (e-book rental) bahkan dapat saja perpustakaan tersebut pada suatu saat bisa berfungsi juga sebagai penerbit. Untuk penerbit konsep ini memungkinkan bisnis penerbitan dikembangkan lagi menjadi sebuah perpustakaan digital. Dalam hal ini semua hasil terbitan penerbit tersebut yang berbentuk digital format dikumpulkan dan kemudian diklasifikasikan. Selanjtunya di publish dalam bentuk perpustakaan maya ini. Ada keuntungan ganda dari penerapan konsep digital library kepada dunia penerbitan. Pertama, penerbit bisa melakukan penjualan secara online buku-bukunya bahkan buku-buku tersebut bisa dijual dalam bentuk digital (e-book). Kedua, penerbit tersebut bisa memfungsikan diri sebagai perpustakaan digital yang menawarkan jasa seperti perpustakaan lainnya.

Masalah pada Digital Llibrary
1. Masalah mendigitalkan Dokumen
Pembuatan digital library tidak menemui masalah selama dokumen yang diterima berupa file elektronik. Masalah muncul pada saat dokumen yang diterima berupa file non-elektronik, misalnya berupa kertas atau buku. Hal ini merupakan masalah utama pada pembuatan digital library dengn dokumen dari perpustakaan umum atau grey literature.
2. Masalah Hak Cipta
Masalah ini sebagian besar terbagi menjadi dua :
  1. Hak cipta pada dokumen yang didigitalkan. Yang termasuk di dalamnya adalah merubah dokumen ke digital dokumen, memasukan digital dokumen ke database, merubah digital dokumen ke hypertext dokumen
  2. Hak cipta pada dokumen di Communication Network. Di dalam hukum hak cipta masalah transfer dokumen lewat komputer network belum didefinisikan dengan jelas. Hal yang perlu disempurnakan adalah tentang hal menyebarkan, hak meminjamkan, hak memperbanyak, hak menyalurkan baik kepada masyarakat umum atau pribadi, semuanya dengan media jaringan komputer termasuk di dalamnya internet, intranet dan sebagainya.
Pengaturan hak cipta pada digital dokumen di atas sangat diperlukan terutama untuk memperlancar pembangunan digital library di dunia. Salah satu wujud nyata adalah penelitian tentang ECSM(Electronic Copyright Management System), yang intinya adalah sistem memonitor penggunaan digital dokumen oleh user secara otomatis
3. Masalah Penarikan biaya
Hal ini menjadi masalah terutama untuk digital library swasta yang menarik biaya untuk setiap dokumen yang di akses.

Dan untuk perpustakaan Elektronik yang memiliki konsep lebih sederhana , kita hanya perlu menyedian kanal elektronik , kemudian isi dengan buku digital  dan multimedia . dan bisa diaplikasikan di perpustakaan sekolah.

Share this article :

1 comment:

  1. Emang harusnya digital Library (koleksinya otomatis ebook) diharapkan bisa diterapkan di semua fasilitas umum, termasuk sekolah atau perpustakaan karena konsepnya ramah lingkungan (meski dunia digital juga rawan radiasi).

    Cuma mungkin kendalanya pertama ada di biaya, trus jumlah komputer yang digunakan untuk baca pastinya gak sebanyak buku konvensional, jadi pasti gak bisa menampung semua pembaca sekaligus, trus pastinya... kendala akses masyarakat di daerah kecil, terpencil, bencana, konflik, rawan, miskin, pasti sulit.

    ReplyDelete

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template