Headlines News :
Home » » Ke Omerta untuk Secangkir Kopi

Ke Omerta untuk Secangkir Kopi

Written By abdul karim on Saturday, 2 November 2013 | 12:00


Omerta Coffee Medan


Wine adalah salah satu minuman terbaik yang pernah dikenal, untuk meneguk the real taste dari setiap tetesnya , anda tidak hanya menilai rasa dan aroma melalui racikan tangan para barkeeper yang lihai memainkan irama pengolahannya , lebih dari dari itu segmen kualitas umur minuman, tempat penyimpanan bahkan bejana pengiring pun menjadi pusat perhatian para penikmat cita rasanya. Minuman ini terlahir dari fermentasi anggur yang khas , bermuara dari Negara Prancis yang menjadi pusat anggur global dan terkenal akan cita rasa wine mereka yang terkesan mewah tersebut. Namun saya mohon maaf , saya tidak ingin membahasa Anggur atau wine lebih mendalam lagi . Saya hanya ingin membandingkan bahwa wine yang kalian bilang mewah itu sebenarnya mampu dijajarkan dengan kopi yang memiliki grade dan taste yang mendalam. Hal ini dibuktikan beberapa cafe yang bertema kopi sukses merajai pelanggan kelas nasional bahkan global . Starbucks misalnya , sebelum membuka brand ternama di seattle, USA Jerry Baldwin harus memeras waktu menuju Rwanda hanya untuk menimang biji kopi gatare untuk dinikmati pecinta kopi diseluruh dunia[1].

 Pada beberapa kalangan, ngopi malah menjadi trend komunitas bergengsi , ini terbukti dengan banyak terbentuknya berbagai organisasi pencinta kopi kelas kota atau benua , di Eropa sendiri kopi menjadi minuman kelas pertama para pebisnis diruang lobby atau disudut cafe yang  luxior maupun  casual , mereka datang  membicarakan bisnis atau hanya dialog humanis[2], trend seperti ini masih banyak belum disadari para kawula muda dan dewasa di Indonesia . Sebagai negara penghasil kopi terbesar nomor 3 didunia , banyak warga Indonesia lebih sering mendoktrin kopi sebagai minuman kelas bawah untuk  para lansia yang bertengger dilapo tuak dan warung para pebecak. Wal hasil , kita dibodohi oleh doktrin-doktrin murahan yang layak  dikaji mendalam, kualitas kopi kita lebih baik dari yang kita bayangkan, bahkan untuk kelas kopi Sumatera,  Howard Scultz (pendiri starbucks) lebih berani meneriakkan bahwa kopi dari Sumatera lebih disukai konsumen dari seluruh dunia dan lebih unggul secara  kwantitas penikmat kopi dari pada kopi Brazil, Kolombia atau Ethiopia [3]
ah..isn't admirable point?
        

Tapi tunggu dulu, sebelum saya bercerita banyak tentang kopi, saya harus berbicara jujur bahwa Semua inspirasi tentang kopi ini lebih terbuka dan terbayang semakin  luas sejak kami berdiskusi kecil di Omerta coffe shop di Jalan Wahid Hasyim No. 9 Medan, Berawal dari pengumuman mungil  di wall group Facebook  Blogger  Medan Community pada 25 Oktober 2013 lalu[4] sang inspirator Blogger Medan  Community , Denny Sitohang mengundang 4 orang anggota MBC yang ingin nimbrung  sambil ngopi di Omerta Coffe shop miliknya. 2 Oktober 2013, saya  dan Rudi hartoyo berburu janji menuju TKP , selepas langit mulai menghitam dan di padu dengan mendung malam yang misty kami tiba di lokasi. Gelap malam harus dipikul lebih berat dengan hadirnya pemadaman listrik dari PLN , hadiah weekend yang pas untuk menunda kopi arabika yang sudah diracik  oleh Bang Denny. Yoga yang telah sampai lebih dahulu mulai ikut berdiskusi tentang tema kopi ini , Tak lama Bang Cecen juga hadir melunasi janji. Diskusi ini dimulai dengan introducing masing-masing individu. Seiring waktu berjalan bang Denny mulai mengarahkan pembicaraan yang berisi seminar kecil tentang arti dari kopi dan ngopi yang hakiki. Disinilah kami mulai pembicaraan sebenarnya..


Walau belum genap satu tahun menjadi maniak kopi, bang Denny telah memarkir banyak seluk beluk dunia kopi , terutama brand kopi yang diproduksi oleh perkebunan  lokal seperti kopi Matiti Dolok Sanggul, Sidikalang, mandailing dan kopi Aceh ( ulee kareng) . Pembahasan kali ini lebih merapat kepada daya tarik kopi yang mulai bergeser oleh kemunculan kopi-kopi sachet yang memiliki esensi kopi kurang dari 10 % , sehingga pandangan orang terhadap kopi lebih murah dari pada kenyataan. parahnya Edukasi penyajian kopi itu sendiri hanya sebatas bubuk dan sachet praktis, bahkan Pengusaha perkebunan kopi itu sendiri banyak yang sering tersandung oleh mindset sempit bahwa kopi itu lebih laku jika diracik menjadi bahan pembuatan cat dari pada suguhan nikmat disudut kafe.
what a shocking statement..

Atas dasar cintanya pada dunia kopi, Denny Sitohang mulai membangun cafe bertema kopi yang memiliki cara berbeda dari warung kopi biasa . Omerta Coffe Shop, begitulah brand ini terpampang lekat didepan kantor DPD golkar tk I Sumatera Utara , "saat  ini Omerta baru menyediakan Kopi saja " ungkap bang Denny, menurutnya kopi Sumatera yang ada saat ini seharusnya lebih dilahirkan sebagai salah satu ikon kuliner pada Sumatera Tourism Scope , hanya saja masih banyak hasil kekayaan dari negeri ini yang dikeruk oleh pihak asing ,bahkan kabarnya, lebih mudah menikmati kopi Sumatera hi-grade  di Amerika dari pada dinegeri ini sendiri[5]

ditambah lagi, belum banyak coffee shop yang lahir untuk memamerkan kopi lokal sebagai ikon utama,  terutama di kota Medan, mungkin inilah yang menjadi daya tarik sendiri  yang dimiliki oleh Omerta. walau tidak seganas namanya (Omerta adalah salah satu brand geng mafia terkenal dari Italia)  Menu kopi Omerta cukup tangguh untuk dijajahi lidah tak peduli  kita  berpijak  ditempat yang mungil dan jauh dari suasana ramai disekitar Jl. Wahid Hasyim, Medan.

lebih dari satu jam kami berdiskusi , kali ini bang Denny membawa  5 capping cup kecil sambil  menuangkan Kopi Arabika khas Dolok Sanggul yang sudah diseduh secara prosedural, aromanya yang pekat diiringi oleh taste asam yang nikmat dikecap secara perlahan hingga ditemukan cita rasa yang khas  , kopi ini diseduh dengan air mineral dan direbus tepat pada kisaran suhu 90 derajat celcius. Yang menarik ,bahan yang menjadi wadah kopi ini harus terlebih dahulu dipanaskan agar sinkronasi  antara kopi dan rasa semakin bergoyang dilidah. French Press  pun tersedia untuk menyaring ampas kopi ini .Tanpa secuil gula pun , rasa kopi ini tetap menggoyang.

Menyibak tabir cita rasa , kopi memang tidak cukup untuk di bahas hari ini . Kurangnya edukasi dan pembinaan tentang kopi kepada masyarakat itu sendiri semakin membuka peluang pihak asing untuk membodohi para Petani kopi dan masyarakat  yang lebih sering menikmati ampas low-grade  yang disisakan oleh importir luar diwarung-warung kecil atau rumah sipil . Hampir sama seperti kasus Lipton tea yang mengambil teh terbaik dari Perkebunan Kayu Aroe Jambi dan menjual kembali dengan harga selangit dinegeri ini. Tentu ini menjadi PR bagi kita semua. 

Jika kita kembali pada tetorikal sejarah,  wine baru menjalar  booming pada pertengahan abad 17 , umur wine masih jauh lebih muda dibanding minuman kopi , sekitar 1000 tahun sebelum masehi kopi telah dikenal suku Gala di Afrika dan menyebar populer ke jazirah Arab 1700 tahun setelahnya. [6]
Dalam dunia kesehatan Kopi juga banyak diketahui memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan seperti mencegah kanker, diabetes, memaksimalkan kinerja otak , dan bahkan ada yang menyatakan bahwa kopi juga membantu menyempurnakan kesuburan dan kejantanan. [7] 
it's great facts...

Dua setengah jam di Omerta , akhirnya lampu kembali menyala. Momen ini kami manfaatkan untuk menyeser interior Omerta Coffee shop yang unik , meja yang awalnya adalah chasis mesin jahit disulap manis oleh bang denny menjadi meja yang romantis. Untuk terakhir kalinya hari ini kami minum kopi arabica asal Toraja , Sulawesi Selatan  yang kami pilih sebagai minuman penutup  . Rasa pahit yang khas menjadi nikmat tersendiri disini. bahan yang diseduh dengan coffee toolmaker yang baik membuat setiap tetes terdapat cita rasa berbeda. Inilah cara minum kopi yang sebenarnya, jauh dari kesan mixing kimiawi buatan atau  campuran yang begitu murah untuk menganggu kesehatan. Jika anda masih penasaran mencicipi kopi pribumi ..Silahkan datang  ke Omerta Coffee shopnya bang Denny  di http://omertakoffie.com/
Share this article :

1 comment:

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template