Headlines News :
Home » » Catatan Perjalanan : Tongging dalam Sebuah Diary

Catatan Perjalanan : Tongging dalam Sebuah Diary

Written By abdul karim on Tuesday, 17 September 2013 | 22:05

Jum’at ,13 September 2013 :
Sebuah Rencana
21.00 WIB  : Rencana ini terlahir secara  spontanitas, tanpa persiapan matang atau sistematika panjang ,malam itu dalam sebuah gedung hijau,  Rudi merayu kami melalui sebuah diskusi kecil yang berujung pada sebuah pertanyaan singkat “Kapan kita ke Sipiso-piso?”.  Aku merasa tergerak menjawab pertanyaan itu, dan secara spontan aku menawarkan jawaban , “Hari minggu saja kita berangkat, gimana ?” ,  Insan yang awalnya tidak menanggapi serius, mulai angkat pendapat dan kami pun sepakat. Hari Minggu. kami akan menaklukan niat untuk trip menuju  Air Terjun Sipiso-piso.

Ahad , 15 September 2013

Pagi yang Malas
05.00 WIB : Lima Belas September 2013, Hari Minggu ini  perjalanan dimulai, namun sebelum cerita ini Ditulis , aku tersentak dan  mentari masih belum bangun, Insan masih pulas setelah begadang dan rudi baru sadar dari mimpi singkatnya. Tanpa basa-basi aku membangunkan insan dan mencoba menghubungi rudi yang masih dirumah.  Pagi ini memang terasa malas, dinginnya udara membujuk kami untuk tetap menutup kelopak mata. Namun semangat ini membuang suasana malas itu. Kami bergegas dan bersiap-siap menemui hari yang baru .

Selamat pagi  Perjalanan
07.00  WIB :  Kami bertiga telah siap berangkat, masing-masing dari kami  menyandang ransel . Perjalanan ini pun dimulai, Menurut keterangan yang kudapat sebelumnya. Ada 2 rute untuk menuju Desa Tongging, sebuah tempat dimana Air terjun sipiso-piso bertengger secara administratif , yang pertama melalui jalur Medan-Berastagi-Kabanjahe-Merek-Tongging sejauh 95 km dengan jarak tempuh 3-4 jam dari kota Medan, Yang kedua Melalui Rute Panjang Medan-Pematang Siantar- SaribuDolok-Merek-Tongging yang berjarak 194 Km . Kami memilih rute pertama sebagai pilihan berangkat. Dari foto-foto yang kami lihat dari Internet , Sipiso-piso memang  indah dan layak dijejaki. Beberapa saat , langsung saja 2 sepeda motor melesat meninggalkan kota medan. 

Sarapan di Desa Douluh
08.30 WIB  : Gugusan-gugusan pohon  khas pegunungan,  mulai membelah kanan kiri perjalanan kami. Seperti biasa Lekukan spiral jalan, kelok curam dan monyet-monyet yang menyambut dibeberapa titik tahura Tanah karo menjadi estetika khas , sebelum sampai di kota Jeruk. Setelah merayap di badan pegunungan , sebuah pamflet selamat datang di Kabupaten Karo berdiri kokoh bersama gapura membingkai pandangan mata kami. Tak jauh dari gapura, telah berjejer warung-warung semi permanen dengan jagung bakar sebagai toast utama. Kami mulai bergerak lambat memilih warung untuk sarapan. Roda sepeda motor Vario dan MX yang kami kendarai berhenti didepan pamflet giberi . Tempat ini biasa disebut dengan penatapan, dibangun dibibir atas pegunungan , Penatapan menyuguhkan Sketsa tuhan yang dibentuk dalam view kecil bandar baru, Sibaulangit. Dibawah hutan hujan tropis nan hijau,  gibon-gibon dan monyet-monyet hutan menanti cemas cemilan2 kecil dari para pengunjung  yang dilempar kebawah. 3 piring nasi , 3 mangkuk mi Instant dan 3 minuman panas dan 3 jagung bakar sudah tersedia , hawa yang dingin tidak menahan kami untuk menyantap hidangan yang masih panas ini . sambil melihat kedepan, pemandangan kota sibaulangit yang berjejer seperti kerikil-kerikil kecil yang terpahat indah oleh alam . Tentang tempat ini , Panatapan terletak di Desa Douluh , Berastagi .Berjarak 10 menit dari pusat kota dan hanya 1 km dari simpang pemandian air panas belerang. Sejak dahulu , penatapan menjadi transit khas para wisatawan sebelum pergi keberastagi.



Hujan abu Vulkanik di Kabanjahe
09.30 : Setengah jam setelah sarapan, kami melanjutkan perjalanan. Tugu selamat datang diberastagi mulai kami lewati, himpitan-himpitan gunung yang menemani perjalanan mulai menjauh dan berdiri tegak menemani pemandangan jauh didepan kami. Sekarang kami telah tiba di Kabanjahe, Ibukota Kabupaten karo yang terkenal dengan buah dan sayur-sayurannya. Diantara pantauan mata kami , ada 2 gunung yang tersirat ketat dibalik perjalanan ini , gunung Sibayak dan gunung Sinabung. Namun, hari ini ada sesuatu yang berbeda pada gunung Sinabung, 1/3 tubuhnya ditutupi oleh kepulan asap yang mengembang seperti awan, ditambah lagi kota Kabanjahe dilumuri hujan  abu Vulkanik yang membuat seluruh kendaraan terselimuti debu secara perlahan. Ada apa ini? pikirku. Ternyat Kami tidak tahu, bahwa tadi malam Gunung sinabuk mulai batuk kembali, BNPN menangkat level sinabung menjadi Siaga. Dan banyak penduduk yang mulai dievakuasi, Informasi ini kami dapat setelah kami tiba jauh dari Kabanjahe.


Jepretan di  tiga panah
10.30 : Bermodalkan plank petunjuk Jalan Pemprovsu yang tersebar disimpang-simpang penting, disitu tertulis bahwa sipiso piso masih jauh 24 km didepan. perjalanan kami lanjutkan. Kabupaten karo memang indah, Sepanjang jalan kami menemukan banyak kebun-kebun sayur dan stand-stand penjual buah segar yang menghiasi jalur lintas kabanjahe ini. Nande-nande tanah karo tidak lepas dari bibirnya yang memerah sambil mengunyah sirih2 kecil yang menemani senyum ramah mereka di setiap lapak-lapak penjualan. Dan perlahan , kami melihat gunung sipiso-piso . Dan dibalik gunung itulah akan kami arungkan niat, Kebun-kebun kol mulai terhampar dan berjejer di kanan kiri jalan kecamatan tiga panah. Insan sudah tak kuat menahan hasrat, Ia mulai menyerobot lahan penduduk dan berfoto ria di depan gunung sipiso-sipiso yang masih jauh dibelakangnya. Rudi yang mulai genit  juga ikut berfoto di salah satu kebun Kol garingging di Kecamatan Tiga panah. Di depan kami terhampar lekukan-lekukan bukit yang harmoni mengikat tumbuhan diatasnya, tapi kami harus tahu diri.perjalanan harus cepat dilanjutkan dan sebelum berangkat lagi-lagi satu jepretan harus dikorbankan.

Welcome to Sipiso-piso
11.00 : Kami tiba disimpang kecil , yang ditemani petunjuk jalan. Sipiso-sipiso ada disebrang kanan . sekitar 2 km lagi dari simpang merek yang kami lalui saat ini. Kami masuk melalui lokomotif alam yang mengantar kami menuju gardu pandang sebelum mencicipi lukisan alam tongging. Tiba-tiba 2 orang lelaki menghampiri kami untuk meminta tarif 4000 rupiah per orang , yang dilanjutkan tariff parkir 3000 rupiah didalam. Sebelum masuk lebih lanjut kami dihadapkan sebuah simpang yang membelah jalan menjadi 2 destinasi , tongging 5 km disebelah kiri dan sipiso-piso beberapa ratus meter dari sebelah kanan. Dari kejauhan tampak sipiso-piso yang mengalir lembut mengikuti harmoni alam yang berujung kepada sungai-sungai kecil nan eksotis berlari mengalir menuju danau toba.  Dari ketinggian 800 mdpl inilah sipiso-piso mengalir hingga 120 meter menusuk permukaan tanah.  Bukit hijau, dan bebatuan hitam menemani lukisan dibingkai oleh Alam ini.

Tangga-tangga panjang
11.30 : Untuk mencapai dasar air terjun , kita harus menapaki ratusan anak tangga yang tersusun rapi dan membentuk jalur seperti greatwall di China, walau hanya memakan waktu 30 menit kebawah , namun kaki ini mulai bertingkah. Bukan hal mudah menepaki ratusan anak tangga ini , kemarin saja  ada wisatawan langkat yang tewas terprosok kejurang dari sini. Dibawah sudah menanti batu-batu tajam yang berkumpul dengan tanah.Namun,  Semangat ini belum surut hingga tangga terakhir kami depaki. Batu – batu cadas tersusun kecil di sirami oleh percikan-percikan air yang terukir dari semburan sungai bawah tanah , menggariskan harmoni lembut diantara plato kabupaten karo, di sebelah selatan dari sipiso-piso menghampar syahdu sketsa tuhan yang membentuk surga dunia sumut , Danau toba.  Momen-momen indah ini tidak kami sia-siakan untuk berfoto. Dengan timer yang diletak di atas batu tembok , rudi menyiapkan setting kamera, aku dan insan sudah duduk bertengger didepan sipiso-piso dengan sentuhan langit biru, rudi pun berlari duduk disamping kami . satu..dua …tiga ..jepret..,


Sipiso piso, Replika Angel waterfall  di Sumut
12.00  : Kami tiba ditangga terakhir,sekarang  jarak kami dan sipiso piso begitu dekat ,  bebatuan cadas menjadi trek menuju tanah tempat jatuhnya air terjun ini, hempasan air yang begitu deras membuat air berterbangan seperti embun, semua pakaian kami basah secara perlahan. suara gemercik air yang deras mengukir batu, seakan menyisolir kami ditengah-tengah badai, kulihat keatas ..sipiso piso yang lembut dari kejauhan terlihat sangar didekat. pembiasan cahaya mengukir pelangi-pelangi kecil dibawah ,  indah sekali. Sipiso-piso menduduki peringkat 4 sebagai air terjun tertinggi di Indonesia setelah sigura-gura diasahan, madakaripura diprobolinggo, ngarah harau dibukit tinggi . Namun sipiso piso memiliki keunikan tersendiri, ia memiliki panorama Danau Toba sebagai rekan atraktifnya.  Airnya mengalir dari sungai bawah tanah yang keluar melalui gua plato kabupaten karo yang menyatu dengan bukit-bukit timbul danau toba. Airnya mengalir mengikuti aluran sungai yang dicampuri bebatuan menuju danau toba. Cucuran air yang terbentuk tajam membuat orang-orang tanah karo menyebutnya sipiso-piso yang berasal dari kata "piso" atau pisau. Kalau boleh dibandingkan , bentuk air terjun sipiso piso mirip dengan air terjun santa angel, venezuela yang menjadi air terjun tertinggi didunia. Diantara batu-batu dan tanaman-tanaman hijau , aku ,Rudi dan Insan mengabadikan video kami. Inilah saksi digital antara kami dan sipiso-piso. sekarang, sudah saatnya kami kembali ..menepaki ratusan anak tangga yang kami sendiri tidak tahu pasti jumlahnya.


Lunching time!!
 12.30   :  Perutku sudah mulai berkontraksi, beberapa kali kami berhenti menapaki anak tangga yang menanjak keatas, mungkin kalau kondisi fisik tidak fit aku bisa colapse  disini. Kulihat diatas beberapa turis Internasional dari Jerman, Inggris dan Argentina baru mulai menuruni anak tangga. Kami break di cottage atas dan sedikit membagi cerita kepada seorang wisatawan  yang kebetulan ternyata adalah tetanggaku sendiri. Setelah kami lanjutkan keatas , aku dan insan langsung memburu meja dan memesan soto medan , sementara rudi masih merasa kenyang siang ini. Dengan lahap kusantap hidangan ini , sementara rudi masih bertahan dengan teh hangat yang ia pesan. Insan mulai merasa kantuk, dan merebahkan badan sejenak di sudut rumah makan, aku mencoba mendatangi turis Argentina dan mencoba berkomunikasi dengan mereka, sementara rudi masih sibuk mengutak atik hp dirumah makan. tidak sampai dari 50 ribu rupiah untuk kami bertiga makan/minum disini , sebuah rumah makan tepat dibawah pamflet parkir biru. kami berangkat , dan kami lanjutkan trip. see you next time sipiso piso


Tongging, Simfoni Bisu dari tuhan
13.30 : Sekarang kami masuk di Rencana B, Desa Tongging adalah sasaran perjalanan kami  selanjutnya. 2 sepeda motor kami masuk ke gerbang pandang menuju Pinggiran Danu Toba, Sekitar 5 Km lagi harus kami tempuh. Jalanan aspal ini akan menuntun kami kepada satu kebanggaan masyarakat batak yang mereka sebut  raja ni sudena tao (raja segala danau) yaitu tao toba. sepanjang 5 km perjalanan, aku berdecak kagum mengikuti mozaik alam yang indah ini. Dikanan kiri , bukit-bukit hijau nan asri berdiri dengan  air biru yang menyatu syahdu bersama pinus-pinus yang seperti anai-anai disudut utara danau toba. Langit yang membiru lemah, membuat sketsa tuhan ini seperti lukisan berseni tinggi yang mungkin David Pizzaro  pun tak dapat mengukirnya. Tanpa musik beethoven atau alunan instrumentalia merdu , tongging seperti sebuah simfoni yang menenangkan rasa penat ini hanya dengan pandangan .Jalanan yang meliuk tajam dan mulus mengekang diri ini untuk tetap on fire  didanau toba . sebelum kami tiba di perairan , ada 2 simpang yang menghadang, kekiri menuju perairan dan kekanan menuju rumah penduduk desa, pertambakan dan hotel-hotel tertancap disini. lagi-lagi kami dihadapi 2 x pengutipan retribusi parkir satu dari Pemda dan  satu lagi dari Pemuda setempat. kami mencoba mengubah haluan kekiri, jalan yang non aspal dan berisi ketek banjir harus kami terima. Sementara dari kejauhan sudah tampak boat PK 12 knot sudah mondar mandir mencari sewa, insan mulai terbius. Keindahan Tongging mengingatkanku pada danau ladakh, Kashmir yang terkenal akan kebiruan air dan gugusan perbukitan indah. Eksotisme danau ini tidak hanya unggul dari segi  panorama  saja, dari sisi ecotourisme, geotourism, agrotourism, highclass accomodation, watersport, wisata budaya, hingga sajian cuisinelokal hingga internasional akan ditemukan disini. Bahkan danau toba terpilih menjadi salah satu pilihan tempat turnamen gantoline dan paralayang kelas dunia. What amazing facts



Boat dan Tongging
14.00 : Insan begitu serius untuk menyewa boat 12 Knot itu,tongging akan lebih sempurna jika ditelusuri lewat darat maupun perairan.  namun kami hanya bertiga . Belum ada wisatawan lain yang ikut bersama kami. Maka konsekwensi minimal 5 orang dalam satu boat harus kami tutupi.  tarif lima orang harus dibayar 3 orang. frankly, niat kuat Insan membuat kami tetap masuk kedalam boat, dan ketika boat bersiap2 berangkat 3 wisatawan yang tergabung dalam satu keluarga masuk dan kami hanya membayar 10.000 rupiah perorang. Bila dibandingkan potensi danau ini dibanding sikap pengunjungnya , rasanya masih banyak yang tersia-sia. Mereka hanya mengenal tao toba diprapat , dan tidak menelusuri lebih bagian2 danau toba yang masih utuh tak terjejaki. Rotor boat mulai menyala, boat ini mulai menghempas perairan danau dan dermaga mulai berlari menjauh. Kami hanya melihat tongging dari atas perairan, dari sini tampak bahwa tongging didominasi oleh kehidupan masyarakat yang senang bertani dan nelayan. Ada banyak tambak2 ikan mas arsik dan ikan nila merah danau toba yang terkenal bagi para turis mancanegara. Kebun-kebun kol dan sayur mayur menambah harmonisasi kehidupan masyarakat tongging. Insan keluar dari boat kayu dan mulai narsis berdiri seperti leonardo da capiro dalam film titanic. Panorama ini memang bisa membius siapa saja untuk menikmati desiran angin tao toba.



Danau toba dan Sejuta Misteri
 14.15 : Sudah lima belas menit boat kayu ini bergerak, Rasa kagum kepada kebesaran tuhan ini belum juga sirna. Airnya yang biru ternyata menyimpan berbagai misteri bagi masyarakat sekitar. Hingga saat ini belum ada pihak manapun yang memastikan kedalaman bagian tengah danau toba.  Banyak yang mengatakan kedalaman rata-rata danau ini 450-600 Meter. Namun itu hanyalah bentuk rata-rata, bukan tengah-tengah danau yang masih misteri ini. Dibalik sketsa hidup keindahan  danau toba, ternyata tao ini mengemas masa lalu suram. Tepatnya ketika 75.000 tahun yang lalugigantic volcanic erruption terjadi disini. Dan ini merupakan letusan mega collossal terbesar sepanjang abad, matahari tertutupi oleh asap dan 1/3 makhluk hidup dibumi diperkirakan punah. ini menyebabkan perubahan zaman batu es , Sisa letusan membentuk kaldera yang paling luas di permukaan bumi. Proses akhir dari letusan adalah terbentuknya Gunung Pusuk Bukit. Titik terdalam Danau Toba adalah 505 meter dengan ketinggian 905 meter di atas permukaan laut. Pulau Samosir yang terdapat di tengah Danau Toba dengan luas ± 630 km2 merupakan ”pulau dalam pulau” yang terbesar serta tertinggi di dunia. Di Pulau Samosir, kita dapat menikmati keindahan danau pada pulau di tengah danau. Ada banyak air terjun. Saat ini, Danau Toba merupakan dam alami terluas di dunia, karena saluran keluar satu-satunya melalui Sungai Asahan dapat dikontrol di Siruar yang tak jauh dari air terjun tertinggi di Indonesia, Sigura-gura. Siapa sangka , keindahan danau ini adalah kawah yang membekas setelah letupan dahsyat . Dan angle view  terbaik dari keindahan tersebut ada di Tongging, Kecamatan Merek -Tanah Karo. Dan semua view ini menjadi sasaran empuk bagi fotographer kelas teri atau professional. Ah..30 menit sudah berlalu,   Boat ini mulai menepi , aku dan kedua temanku pergi meninggalkan semua kenangan indah ini. sebelum pulang aku lambaikan sebuah persahabatan untuk tao toba . see you next time lake toba...


Jalur Kedua..
 15.00 : Mengingat aktivitas gunung sinabung yang masih batuk-batuk, kami memutuskan untuk  melewati jalur kedua yang lebih jauh, melewati saribudolok dan pematang raya. Jalananya masih banyak yang rusak dan bopeng akibat ulah truk-truk yang kelebihan tonase. Kami rebahkan badan sejenak di masjid pematang raya dan melanjutkan perjalanan menuju pematang siantar. Rudi dan Insan yang menjadi Driver membawa kendaraan dengan cepat hingga 4 jam telah berlalu dan kami singgah sejenak di simp. Pantai Cermin untuk menikmati masakan di sergei foodcourt. Pukul 21.00 kami tiba di Medan dan masih terngiang dalam benak untuk bisa menikmati panorama itu di lain waktu. Ah..mataku mulai lelah mengetik pengalaman ini , semoga kedepan aku bisa menemukan pengalaman yang lebih baik lagi. Good Night My Friends


Didepan panorama tongging
Didepan panorama tongging

Rudi dan sipiso piso
Rudi dan sipiso piso
Share this article :

1 comment:

  1. it's very nice post,
    form http://bantalsilikon01.blogspot.com/

    can't you visit in here http://bantalsilikon01.blogspot.com/
    i will be tanks http://bantalsilikon01.blogspot.com/

    ReplyDelete

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template