Headlines News :
Home » » MENEMBUS SEMPURAN PUTIH DALAM KERUDUNG HIJAU PEGUNUNGAN BUKIT BARISAN

MENEMBUS SEMPURAN PUTIH DALAM KERUDUNG HIJAU PEGUNUNGAN BUKIT BARISAN

Written By abdul karim on Tuesday, 20 March 2012 | 06:26


oleh Abdul Karim pada 18 Desember 2011 pukul 5:15 ·
PERJALANAN FISH, 18 DESEMBER 2011 MENUJU AIR TERJUN SEMPUREN PUTIH
Diri ini  benar -benar tidak tahu, dimana tempat itu dan bagaimana akses menyelami destinasi yang belum pernah aku sentuh. Mungkin jika anis tidak melontarkan namanya kami tidak mungkin saat ini hadir di dalam kawasan "air terjun sempuren putih". inspirasi singkat itu muncul begitu cepat namun sanggup  menggoyang semangat kami mengunjunginya, liburan akhir tahun aku , rudi , insan, dedek, feri dan anis mempersiapkan rencana ini . Membelah rasa penasaran sekaligus melempar rasa penat yang sudah hinggap dikepala . kami bergegas ke sebuah tempat di Desa basukum ,sibaulangit .perjalanan dimulai dari simpang titi kuning,  deli tua medan , tanpa pandang bulu  kami melesatkan sepeda motor hingga menemukan pohon - pohon rindang yang tersusun menjadi  dinding -dinding hijau . in  menjadi ciri khas lekuk pegunungan , kami memulai tantangan dari sungai besar yang disulap menjadi pemandian alam  di kecamatan sibiru -biru , ya ..allah begitu indah alam ini , perjalanan yang kami hadapi tidaklah mudah. ratusan tikungan spiral dan tanjakan ekstrim sudah menanti dengan jurang -jurang yang menjadi ancaman utama.namun itu semua tidak mematahkan niat kami , karena kami masih terus penasaran dengan view yang kami lewati , semakin sulit medannya semakin indah pemandangan yang kami dapatkan .aku berdecak kagum ketika melihat hamparan sawah yang berpetak -petak dengan corak hijau yang indah, kebun palawija yang tidak aku dapatkan dikota medan . suasana penduduk yang tentram . ada beberapa inang -inang yang asyik mencuci dipinggir sungai yang mencucur begitu harmoni . tidak kami jumpai karbonmonoksida yang menusuk hidung , hanya udara bersih yang kami rasakan ."gubrak..." ah...lamunan batinku buyar , sepeda motor yang kami kendarai menuju rute yang cacat, mencium lobang -lobang yang menjadi ancaman serius jika diabaikan , ah ...andai saja pemerintah cekatan dalam menambal masalah akses wisata di kecamatan sibiru -biru ini tentu aku tidak melontarkan makian kecil tentang infrastruktur yang buru k .
Sebenarnya rute yang kami lewati hanyalah rute alternatif. karena sebenarnya menuju objek wisata air terjun sampuran putih ada dua jalur , pertama : dari jalur wisata medan berastagi- melalui  simpang bukum , bandar baru sibolangit hanya perlu 2 km untuk kedalam di desa cinta rakyat ( basukum )  , dan jalur ini jauh lebih efisien . kedua : jalur yang kami gunakan saat ini deli tua -sibiru -biru -desa penen hingga desa basukum yang harus ditempuh dalam kondisi jalan "half terrible" , penuh lika -liku , jauh dari fasilitas jalan ( bensin , bengkel , rumah makan  dan SPBU ) ,dan kondisi jalan disini sangat sepi .maka saya sarankan agar pergi lebih dari 2 orang untuk menggunakan jalur ini . Namun satu alasan pasti , pemandangan disini membuat kami berdecak kagum , kami tidak peduli dengan itu semua . kami ingin menikmati perjalanan berkesan . 60 menit di ombang ambing tanjakan , tikungan dan turunan kami tiba disebuah simpang tiga yang berisi petunjuk jalan menuju air terjun sempuren putih yang tepat disebelah kanan  .beberapa ratus meter  dari simpang akhirnya munculah sebuah pamplet di sebelah kiri jalan . selamat datang di wisata alam air terjun sampuren putih, aku kebingungan , dimana air terjunnya ? ini hanya pamplet biru tanpa jejak akan adanya air terjun .
ternyata pai  memberi petunjuk , bukan disini air terjun itu . namun 2 km lagi. ah...aku sudah tidak sabar lagi ingin melihat seperti apa objek wisata itu.
akhirnya tibalah kami di final destination .inilah akses terakhir menuju lokasi wisata dan kami sambut penduduk sibaulangit yang ramah . menghimbau kami untuk meletakkan kendaraat di pinggir jalan utama ,"dek , parkir disini saja, akses jalan itu bisa dilalui kereta , tapi licin ...." sapa penduduk setempat .kami tetap "bandel " untuk mengendarai sepeda motor di jalan setapak menuju air terjun , wal hasil kami tergelincir di tanjakan dan turunan yang licin . aku kapok menghiraukan nasehat penduduk setempat . 300 meter dari air terjun ada batas kendaraan akhir, dan harus ditempuh melalui jalan kaki . kami tracking diantara hutan tropis pegunungan bukit barisan , di sisi kanan kami disugi hutan hijau yang menawari mata air alami yang mengalir kesungai , sementara disisi kiri aliran hulu sungai yang asri menjadi jamuan alam untuk mengundang mata menatap kearah gemercik riak -riak sungai .
alhamdulillah setelah selesai jalan setapak , kami tiba di air terjun sempuren putih . subhanallah ...indah sekali . tapi tunggu dulu , ada yang aneh  dihatiku. kenapa tempat seindah ini harus berdiam dalam keadaan sepi dan minim pengunjung , hanya penduduk lokal yang memancing ikan disana . aku merasa berdosa tidak mengenal wisata yang sudah dilimpahkan allah dikabupaten deli serdang ini .
tidak jauh dari air terjun ada sebuah pamplet yang menegaskan untuk tidak mandi dipusaran air terjun sempuren putih,ini dikarenakan deras nya air terjun yang mencicipi ke arah sungai lau seruway yang membentuk cekungan dasar sedalam 12 meter . ini sangat berbahaya jika kita terjebak dipusaran .
Ketika tiba di pinggir air terjun sempuren putih anda sedikit tertipu karena hanya melihat air terjun yang setinggi 10 meter , sebenarnya tinggi air terjun adalah 150 meter .tebing -tebing curam yang bertingkat menipu mata anda .  ini disebabkan air terjun turun dari puncak dengan tingkatan -tingkatan ruang tebing yang berbeda sisinya hingga menuju sisi dasar air terjun . dan air terjun ini memiliki legenda unik tentang asal muasal air terjun sempuen putih . al kisah air terjun sampuren putih tercipta karena perseteruan dua abang beradik yang jatuh cinta dengan seorang gadis. Iri melihat adiknya,sang abang lalu membawa adiknya ke atas gunung. Setibanya di atas gunung, sang abang meminta sang adik turun dengan menggunakan tali. Saat si adik turun, si abang memutuskan tali hingga sang adikpun jatuh dan mati. Posisi jatuhnya sang adik akhirnya membentuk tujuh tingkatan air terjun yang kemudian diberi nama sampuren putih, air terjun berwarna putih.( sumber : http://www.berita86.com)
setelah puas mandi dan memandang air terjun , kami menapaki batu -batu gunung untuk menuju kebawah ,tak jauh dari air terjun terdapat gubuk-gubuk kecil yang menemani sungai leu seruway , riak yang deras , batu -batu cadas yang membisu, jeram -jeram yang meloncat , menciprat tepi gubuk kami membuat kami semakin betah untuk tetap disini . Namun waktu sudah mulai tidak bersahabat , dia mengusir kami melalui teguran yang disampaikan lewat mentari yang terbenam . kami pun harus pulang dan kembali ke hiruk pikuk kota medan .pengalaman bersama anis, rudi , insan , dedek dan feri tidak akan aku lupakan . selamat jalan air terjun sempuran putih .....kami pulang sejenak sampai jumpa kawan . semoga liburan kedepan lebih baik lagi......Hidup FISH  

dibalik sapaan sempuren putih
lau seruway. yang penuh riak dan bebatuan
jalan setapak menuju air terjun
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template