Headlines News :
Home » » KUCING-KUCING YANG KERACUNAN

KUCING-KUCING YANG KERACUNAN

Written By abdul karim on Wednesday, 28 March 2012 | 08:09




(COMEDY in SHORT STORY  : Based On My True Story )
Aku tinggal di salah satu pondok di Tanjung Morawa,Tepat disebuah pesantren kecil yang asri dan rindang.
Seperti biasanya , Setiap ramadhan pesantren ini begitu sepi dari para penghuninya.Mereka kembali mudik melepas rindu kepada sanak keluarga.Selain hembusan angin,dan bangunan bisu ada beberapa orang pemuda yang harus menanggung sepi di sebuah bilik kecil dilantai 2 .Mereka adalah kader guru muda di pesantren.Aku,Hamdan,Fauzi dan Riki Azhar.
Ramadhan ini kami merasa sedikit tercekik,dimana kondisi keuangan menipis dan kebutuhan semakin naik, maka tidak jarang kami hanya sahur dengan sebungkus indomie atau nasi dengan teri dan udang yang tipis.
Aku mengeluh dengan keadaan ini, Lebih baik aku pulang kerumah saja dari pada Tinggal dipondok ini,namun ada suasana yang membuat aku sulit melupakannya ,sunset dari lantai tiga selalu menyentuh hatiku ketika hendak berbuka .Subhanallah.....
Malam ini kami tidak Tarawih di mesjid ,Ada hal yang menggemparkan kami sehingga menunda sholat kami .Seperti biasa setelah berbuka dan sholat maghrib kami berdiskusi sebentar mengenai kucing-kucing yang beredar di pesantren ini .Sedikit tidak penting memang,tapi Kucing menjadi salah satu penghuni wajib pesantren yang gratis menikmati fasilitas tanpa bayaran.Jumlah kucing saat ini kurang lebih ada 7 ekor .Suara mereka biasanya sudah menggema diantara kami,setiap berbuka puasa mereka naik kelantai dua dan menunggu jatah dari kami,meski kadang mereka kecewa karena bukaan yang kami santap tidak bersisa sama sekali.Namun hari ini begitu berbeda , kami merasa seakan ada yang kurang jika kucing tersebut tidak muncul.
Di tengah pembicaraan aku merasa jenuh dan ingin turun ke kamar mandi bawah, ketika kaki menepakkan kaki ditangga lantai satu .3 ekor anak kucing berjajar tewas mengenaskan ,dari mulut mereka keluar cairan yang berlendir dan ku lihat ada sepotong ikan asin yang dibubuhi oleh racun tuba,sebuah racun khusus untuk membunuh tikus.
Aku berlari menuju kamar dan memberi tahu teman-teman yang lain,langsung mereka tersentak dan berlari kebawah sambil melihat hal tersebut.kami pun berinisiatif mengubur kucing tersebut tanah disamping jemuran , langsung saja hamdan mencari cangkul dan kami letak kucing-kucing tersebut di pembaringan terakhir, tanpa kafan ,tanpa disholatkan. setelah kami kuburkan alangkah terkejutnya kami ,2 ekor lagi sudah mati terkapar di trotoar jalan.dengan kondisi yang sama, tanpa fikir panjang aku mengangkatnya keatas kereta sorong dan membawanya ketempat kuburan darurat ,dari jauh didekat pagar pesantren riki azhar melihat kucing dia berlari dengan semangat dan ingin mengangkat kucing tersebut, namun prediksinya salah kucing itu masih hidup dan ikut berlari ketika melihat riki azhar .
kami belum tarawih dan sholat isya , kami harus menguburkan jenazah kucing2 yang malang ini , dia harus menjadi korban kebiadaban tetangga sebelah yang meracun tikus sembarangan.,dengan ;iang tanah  70 cm sudah cukup menutup aroma bangkai kucing.selamat tinggal kucing-kucingku semoga arwahmu diterima di surga kucing nantinya.( he.he.he.cuma canda)
berjalan pulang lagi -lagi riki azhar menemukan kucing belang ,boti ( nama samaran ) adalah kucing senior di pesantren kami,ketiga kucing yang mati pertama tadi adalah output dari rahimnya dan kedua kucing tadi adalah suami-suaminya ( karena kucing sudah biasa dengan Poly andri) .namun boti belum mati ,kucing belang 3 tersebut masih hidup dan dalam kondisi sekarat ,riki dan aku dalam kondisi sok tahu memaksa kucing tersebut mengucap dua kalimat syahadat .namun itulah kebodohan kami , mana mungkin kucing bisa ngucap..tentu syahadatnya versi kucing.
kami bingung harus berbuat apa,karena diantara kami semua tidak ada satupun yang pernah punya jam terbang di bagian dokter hewan.hanya dengan modal sok tahu riki azhar menyiram kucing tersebut berulang-ulang ( memang dia pikir kucing itu kesurupan apa ,pake disiram-siram segala) .kucing itu pun merintih miaww..miaw..miawww ( artinya : cukup..cukup....) .kami tak peduli ,dengan biadab riki terus menyiram kucing tersebut hingga jam 11.00 malam, namun hasil nihil kucing tersebut tetap tidak ada reaksi yang berubah ,aku tidak habis fikir melihat keadaan tersebut ,bagaimana seandainya manusia disiram-siram malam2 tentu dia akan masuk angin.apalagi kucing,riki putus asa dan pergi wudhu lalu sholat isya .semoga kucing tersebut tetap hidup ya allah karena hanya dia yang menjadi kucing senior dipesantren ini.
esok pagi , hasil tidak berubah kucing tersebut tetap sekarat,namun masih hidup riki azhar yang pecinta hewan tetap menyiraminya dengan air ,bahkan tanpa rasa kasihan dia memasukkan air tersebut kemulut kucing agar racun-racun diperutnya larut.sungguh biadab memang..
kami menganggap riki sudah keterlaluan ,tapi dia tidak peduli boti terus dibisikan k syahadat dan kalimat ilahi sudah dibacakan , hasil tetap tidak berubah ,namun kucing tersebut masih hidup.pukul 12.00 kami akhiri ekspedisi untuk menyelamatkan boti.
rupanya Allah berkehendak lain , usaha riki yang setengah gendeng ..tidak sia-sia , sore harinya  kucing tersebut mulai bergerak dan bisa berjalan,ya..allah hanya kucing ini sendiri yang hidup.dan riki secara tak langsung telah membantunya untuk sembuh,namun ada keanehan...kucing ini seperti terserang stroke,dia berjalan tidak normal dan kepalanya terus mengangguk-angguk.dan ini menjadi fenomena bagi kami.
dan ya..allah ,kucing ini masih exist di pesantren ku al-mukhlishin.sampai blog ini kutulis kucing tersebut baik-baik saja dan sudah mempunyai 3 anak yang lucu2.dan namanya hewan tetap hewan,kucing ini malah sering hamil dan polyandri .kami sedikit geli ketika melihat masa lalu ini .dan kejadian ini baru aku alami sekali seumur hidup.
hari ini 28 Maret 2012 ,aku melihat suatu hikmah dari si boti , aku yang cenderung egois merasa tersentuh melihat siboti , pukul 13.00 WIB ( ketika terjadi demo dipolonia ) si boti masuk ke kantor seperti tiada dosa dia membawa tulang ikan dan berteriak "miaw..miaw...miawwww.." ( artinya : anakku..anaku..... )
maka keluar ketiga anak nya ,aku heran buat apa kucing ini membawa tulang ikan sambil mengeong .subhanallah kucing ini menunjukkan keibuannya dia membagikan tulang tersebut kepada anak-anaknya walaupun dia sendiri belum mencontohnya.kalau hewan saja bisa seperti itu kenapa manusia sampai hati membunuh anaknya.suatu pelajaran yang bisa di petik dari si boti .terima kasih boti...kamu telah memberiku pelajaran akan arti sebuah kehidupan,hidup harus berjuang dan hidup harus berkorban  (^_^)

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template