Headlines News :
Home » » JANGAN SEDIH ADIKKU....ABANG SELALU DISISIMU

JANGAN SEDIH ADIKKU....ABANG SELALU DISISIMU

Written By abdul karim on Friday, 23 March 2012 | 03:06

Fikri Ramdani , Dia adikku yang kedua.wajahnya manis, lugu, senyumnya menandakan bahwa dia anak yang cerdas.Aku memang terkenal bersikap kurang perhatian terhadap lingkungan sekitar termasuk kepada adikku.
Ketika dia  berumur dua tahun ibu meninggal dunia , dan aku masih ingat ketika keluarga membangunkannya pagi buta untuk mengabarkan bahwa ibu telah pergi.Dia terbangun dengan lugu dan masih bisa tersenyum diantara tangisan keluarga.Pagi itu dia mencari ibunya ,seharusnya suapan bubur sudah harus ada dipagi hari melalui sentuhan ibu, dia bertanya pada bibiku ."bi,mamak nana? . bibiku menahan isak tangis dan mengatakan , "dek ,lw mam sama bibi ja .mamak pigi jauh kali. kapan puyang nya bi? adikku tetap menampilkan keluguannya. bibi ku tak tahan menahan air mata dia memeluk fikri dengan isak tangis."dek,kok cepat kali mamakmu tinggalkanmu.." siapa yang ngurusmu nanti ", adekku tetaplah anak kecil , dia tidak tahu arti air mata bibiku. dia berjalan masuk kepintu...disitu ibu yang membujur kaku ia lihat secara seksama .
Dia tertegun,dan dia berdiri terdiam.dia tidak bertindak seperti biasanya hanya menatap ibu yang tidak bisa lagi menyulangi dan menggendongnya walau untuk terakhir kalinya .
tangisanya muncul ketika malam hari , ketika ia kehilangan nyanyian malam seorang bunda.hingga beberapa hari kedepan adikku yang masih berumur dua tahun ini menjadi bahan musyawarah keluarga
karena tidak mungkin dia tinggal sendiri dirumah , sementara kedua abangnya sekolah dan ayahnya bekerja .
Status ayah yang baru pindah rumah menjadikan kedekatan dengan tetangga minim, sehingga ayah kurang begitu menaruh kepercayaan kepada orang terdekat dilingkungan kami.
Dengan kesepakatan bersama , adikku resmi dititip oleh keluarga Almh.Ibuku , yang kebetulan belum mendapat momongan bertahun2 .Waktu pun berjalan hingga seminggu lamanya, ada kabar mengejutkan dari ayahku , adikku ternyata demam tinggi dan sudah dirahasiakan selama 2 hari oleh keluarga.Ayah yang mendapat kabar tersebut mulai gerah dan mendatangi keluarga ibuku ,"Kenapa kalian tidak beri kabar sama ku,kalau si fikri itu 2 hari sakit "?,Dengan nada sedih Keluarga menjawab, "Kami takut Bapak terganggu karena dengar Si Fikri sakit ,Jadi Kami rawat sendiri saja ." Ayah pun mengambil fikri pulang , dan masya allah fikri esoknya sembuh tanpa  demam dan panas tinggi. Menurut nenekku fikri tidak boleh lepas dari ayah , untuk itu apapun ceritanya fikri harus tetap bersama ayah.
Ayah pun tertunduk , namun hati tidak menolak .karena ayah begitu mencintai anak-anaknya.
Fikri pun hadir diantara ayah, di tidak terurus dan tanpa kasih sayang sama sekali.Entah kenapa aku sebagai abang kandung nya malah sibuk dengan pelajaran di Pondok ,tanpa memperdulikan nasib adekku.
Saat itu ekonomi ayah mulai merosot drastis , ini dibarengi dengan mental ayah yang down karena kehilangan satu-satunya orang yang menemani hidupnya.Fikri setiap malam menangis  disamping ayah , dia tidak tahu kenapa harus menangis , yang jelas dia benar menjadi anak yang sendiri tanpa canda dari ibu, karena ayahku tidak punya selera humor terhadap anaknya , ayah sedang terkikis oleh masa lalu yang begitu cepat menusuknya.
Fikri mulai tumbuh , Ayahlah yang mencuci menstrika ,dan memasak untuk fikri .Aku saat itu masih di Asrama sementara adikku masih di Sekolah , Karena semua diurus oleh ayahku dari mencuci dan membersihkan rumah hingga mencari nafkah,bisa ditebak bahwa fikri sering memakai pakaian yang kusut dan lusuh.siapapun yang melihat keadaan dia saat ini akan menangis hatinya,fikri sudah jarang tersenyum dia sudah sangat jarang sekali menunjukkan kegembiraan, tiada teman canda ,tiada tempat mengadu.

Beberapa tahun kemudian aku tamat dari SMA,aku tinggal dirumah,adekku fikri sudah berumur 5 tahun.dia sudah masuk TK, Gurunya sering memperhatikan sikapnya yang selalu murung ,Menanyakan keadaannya .
Fikri Udah belajar ngaji dirumah?
adek ku lesu menjawab ,"Belum,ummi"
Lho..memang Mamaknya ga nemanin fikri."Guru tersebut menanyakan"
Ummi..kata ayah mamak udah pergi jauh...sekali ,dan ga akan balik2 lagi."Tutur adekku"
Guru tersebut faham maksud adekku dan merasa kasihan , aku yang menjemputnya ke TK di nasehati oleh guru tersebut.Agar memperhatikannya selalu agar dia tidak terbelakang mental karena kurang kasih sayang .
Sebagai abang aku memang acuh tak acuh dengan dunia fikri .Aku tidak pernah memperhatikan iqra' ,PR dan aktivitas dia hingga kejadian ini menimpa diriku .Aku terpukul dan merasa dihukum atas kejadian ini .
Uang kuliahku sebesar 400.000 hilang , dengan geram aku mencari pelakunya sampai aku mencurigai pekerja yang dirumahku.dan dia keluar karena aku tuduh.
Hingga ayahku marah ,telah menyianyiakan uang tersebut.Diantara kemarahan ayah adekku fikri dengan lugu mendekat dan mengatakan: ini uangnya yah,
Semua yang ada disitu terkejut.adekku mengembalikan uangnya dan tertunduk .
Aku geram , ingin saja kupukul dia ..tapi ketika melihat matanya aku jadi malu, mata dia adalah mata yang lugu dan tersisip rasa kesepian dan kasih sayang.Aku sadar ini karena aku tidak pernah memperhatikannya .
Dia selalu memakai sepatu lusuhnya dan memakainya sendiri ,tidak ada yang memanjakannya ,jika anak lain sibuk dengan mainan ,si Fikri hanya duduk berangan-angan.
Ya..Allah ,dimana hatiku selama ini.Aku peluk fikri dan mengatakan "Jangan Sedih Adekku , Abang Selalu Disisimu."Adikku hanya diam,mungkin dia masih marah atau takut karena aku tadi membentaknya.
Aku berjanji untuk selalu menjaga dan memberinya perhatian .Sekarang dia sudah kelas dua ,alhmd.didikan dengan kasih sayang membuatnya menjadi anak cerdas.dia selalu mendapat rangking dikelas walau dia tidak pernah bimbingan les seperti temannya .Bahkan dia menjadi lebih dewasa dan mandiri .dia bisa mencuci pakaian ,sepatu dan bisa menjahit bajunya yang robek.Dia selalu menggemaskan bagi orang sekitarnya..
Dia pun bisa tersenyum kembali ,walau tanpa ibu dia tetap bisa bercanda denganku.Dan aku benar -benar menyayanginya.Tersenyumlah..selalu ,Adekku
Cerpen ini hanya seklumit pesan untuk kalian ,dalam keadaan apapun cintai orang lain dengan tulus.Karena Setiap anak adalah istimewa ,dan mereka selalu ingin mendapat perhatian dari orang terdekatnya.Seandainya ia kekurangan perhatian sewaktu kecilnya ,maka cerita diatas menjadi salah satu alasan kenakalan mereka.
Sebarkan cintamu kepada semua orang teman-temanku..!
Written : Abdul Karim


Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Catatan Karim - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template